Breaking News:

Kejaksaan Agung Kebakaran

Dibantu Pakar IPB, Polisi Gunakan Satelit Ungkap Titik Api Kebakaran Kejagung

Butuh waktu 63 hari bagi penyidik gabungan Bareskrim Polri untuk mengungkap kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
200 personel damkar dan 38 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang menghanguskan gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. 

"Kenapa kita gunakan satelit? Karena di luar banyak sekali spekulasi bahwa ada banyak titik api, sehingga kita gunakan teknologi ini," tambahnya.

Lewat satelit itu, teka-teki asal mula dari mana titik api akhirnya terjawab.

Ferdy mengungkapkan, titik api berasal dari aula Biro Kepegawaian di lantai enam Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Polri kini telah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Baca juga: Pengeroyok Polisi Saat Ricuh Demo UU Tolak UU Cipta Kerja Jual Ponsel Korban Via Online

Lima tersangka di antaranya adalah tukang bangunan berinisial T, H, S, K, dan IS.

"Mereka merokok di ruangan tersebut, tindakan yang seharusnya tidak dilakukan karena banyak benda yang mudah terbakar," kata Ferdy.

Bara api dari puntung rokok itu lah yang memicu terjadinya kebakaran. Sebab, di ruangan tersebut terdapat benda-benda mudah terbakar seperti kertas, kayu, tinner, dan lem aibon.

Tersangka lainnya yakni UAM yang merupakan mandor dari kelima tukang bangunan tersebut.

"Mandor yang seharusnya mengawasi tukang tidak berada di lokasi saat kejadian," ujar Ferdy.

Baca juga: Lewati 4 Legenda Real Madrid, Messi Pimpin Daftar Pencetak Gol Terbanyak El Clasico

Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejaksaan Agung berinisial NH turut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran gedung utama.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved