Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

PSBB Transisi Diperpanjang Hingga 8 November, Polda Metro Jaya Tiadakan Ganjil Genap

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali meniadakan aturan ganjil genap.

TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Suasana penindakan ganjil genap di Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali meniadakan aturan ganjil genap.

Kebijakan itu diambil menyusul diperpanjangnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta.

"Sistem pembatasan kendaraan bermotor dengan ganjil genap (gage) tetap ditiadakan pada masa PSBB transisi yang dimulai pada 26 Oktober sampai 8 Novermber 2020," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya, Minggu (25/10/2020).

Meski begitu, Sambodo memastikan pihaknya akan mengevaluasi kebijakan tersebut bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Selama pelaksanaannya tetap akan dilakukan evaluasi," ujar dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang kembali PSBB Transisi hingga 8 November 2020.

“Dalam hal ini, seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kembali kebijakan Rem Darurat (Emergency Brake). Artinya, apabila terjadi tingkat penularan yang mengkhawatirkan, Pemprov DKI Jakarta dapat menghentikan seluruh kegiatan yang sudah dibuka selama PSBB Masa Transisi dan menerapkan kembali pengetatan,” ujar Anies.

Anies Baswedan juga menyebut bahwa kasus Covid-19 di ibu kota relatif melandai.

Baca juga: Rumah Langganan Banjir, Warga Kampung Arus Tak Dapat Bantuan: Sampai Sini Cuma Sampah Nasi Boksnya

Baca juga: Detik-detik Komisaris Polisi Ditangkap Bawa 16 Kilogram Sabu, Tertembak hingga Terancam Hukuman Mati

Hal itu ditandai rata-rata persentase kasus positif sepekan terakhir pada 9,9 persen dengan rasio test 5,8 per 1.000 penduduk. Selain itu, rata-rata keterisian tempat tidur isolasi dalam dua pekan terakhir cenderung menurun.

Selama masa PSBB transisi, perkantoran di sektor esensial bisa beroperasi dengan kapasitas sesuai kebutuhan.

Adapun 11 sektor esensial tersebut yakni kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, dan atau kebutuhan sehari-hari.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved