Presiden Perancis Disorot Tajam: Ternyata Pernah Akrab dengan Jokowi Ngevlog dan Janjian Bertamu

Presiden Jokowi mengecam keras pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW dan umat Islam.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Erik Sinaga
YouTube Kompas TV
Jokowi dan Emmanuel Macron pernah ngevlog dan berbincang akrab. 

"Saya ingin menyampaikan pesan singkat, kepada kalian masyarakat Indonesia," imbuhnya sambil tersenyum semringah.

Baca juga: Video Detik-detik Pasangan Kekasih Diperas Viral di Medsos, Gara-gara Terciduk Bermesraan di Mal

Pria yang menikah dengan gurunya sendiri itu mengatakan merasa bangga terhadap Jokowi.

"Kami sangat bangga pada kalian, kami sangat bangga dengan Presiden Joko Widodo," ucap Macron.

Macron kemudian berjanji akan segera mengunjungi Indonesia.

"Kami akan mengunjungi kalian dalam beberapa bulan mendatang," kata Emmanuel Macron.

"Karena saya sangat ingin mengunjungi negara kalian," imbuhnya.

Baca juga: Bawa Jenazah Ibu yang Berusia 80 Tahun Pakai Sepeda Motor, Sutejo Diduga Gangguan Jiwa

Tak cuma itu Emmanuel Macron juga berharap Perancis dan Indonesia menjalin kerjasama lebih banyak di berbagai bidang.

"Dan berkaloborasi lebih banyak," kata Macron.

"Terima kasih banyak dan sampai bertemu dalam waktu dekat," tambahnya.

Kemenlu Kecam Macron

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina Islam.

“Pernyataan tersebut telah melukai perasaan lebih dari 2 miliar orang muslim di seluruh dunia dan telah memecah persatuan antar umat beragama di dunia,” demikian bunyi keterangan tertulis Kemlu seperti dilansir Kompas.com dari laman resmi, Jumat (30/10/2020).

Kemlu menegaskan, hak kebebasan berekspresi tidak boleh dilakukan dengan mencederai kehormatan, kesucian, dan kesakralan nilai dan simbol-simbol agama.

“Sebagai negara demokrasi ketiga terbesar dan berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia mengajak seluruh negara untuk mendorong persatuan dan toleransi antar umat beragama, terutama di tengah situasi pandemi saat ini,” imbuh imbauan Kemlu.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved