Curhat Pilu Ibu Korban Rudapaksa & Anak Dibunuh Alami Trauma, Tak Mau Tinggal di Rumah Lama
DN mengaku trauma untuk tinggal di rumah lama tempat rudapaksa terjadi hingga membuat nyawa anaknya melayang.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Kurniawati Hasjanah
Lebih lanjut, DN mengaku trauma untuk tinggal di rumah lama tempat rudapaksa terjadi hingga membuat nyawa anaknya melayang.
"Kami tidak tinggal lagi di rumah lama, sekarang kami tinggal di rumah yang disewa Pak Keuchik dekat lapangan bola," ujar DN.
Menurut korban, rumah mereka sekarang sedang dibangun oleh pihak Aceh Timur, yang posisinya di belakang rumah abang ipar (abang kandung suaminya AY).

"Tanahnya rumah dibeli sama Pak Muzakir, kalau rumah dibangun oleh Pemkab Aceh Timur. Sekarang lagi dibangun, nanti kami akan tinggal di sana," papar DN.
Korban juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para pihak yang telah mendoakan kesembuhannya, termasuk telah memberikan segala bantuan selama ini.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang telah membantu dan mendoakan saya selama ini," aku DN.
Baca juga: Jelang Nikahi Nathalie, Sule Siapkan Warisan Kontrakan Lebih dari 15 Pintu untuk Masing-masing Anak
Dapat Rumah dari Pemkab
Pemkab Aceh Timur yang saat ini melalui rekanan sedang membangun satu rumah bantuan di salah satu desa dalam Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.
Rumah ini akan diserahkan kepada Dn (28), ibu muda korban pemerkosaan yang anak lelakinya Rangga dibunuh pemerkosa itu saat kejadian itu beberapa waktu yang lalu.
Pasalnya, rumah ibu muda ini saat peristiwa tragis jelang Subuh tersebut kurang layak huni dan berada di tengah kebun sawit yang jauh dari permukiman warga.
FOLLOW JUGA:
Sedangkan saat kejadian, suaminya Ay sedang tak berada di rumah karena sedang mencari ikan.
Adapun pemerkosa tersebut, Samsul sudah meninggal di sel Mapolres Langsa beberapa hari setelah kejadian ini.
Keuchik desa setempat, Adi Saputra, kepada Serambinews.com, Jumat (30/10/2020), mengatakan pembangunan rumah itu sudah dimulai sejak sepekan terakhir ini dan kini sudah mulai pemasangan bata.
"Rumah untuk keluarga korban Dn sudah mulai dibangun sejak seminggu lalu, saat ini pihak yang membangunnya sudah melakukan tahapan pamasangan bata," ujar Keuchik.