Breaking News:

Debat Pilkada Kota Tangsel

Debat Pilkada Tangsel, Daun Kelor Jadi Bahasan Dua Cawalkot, Singgung WHO Hingga Solusi Covid-19

Daun kelor menjadi bahasan pada debat Pilkada Tangsel. Paslon nomor urut 1 dan 2 bergantian lempar pernyataan.

Tangkapan layar Kompas TV
Tiga pasangan calon di Pilkada Kota Tangsel mengikuti debat perdana di Kompas TV pada Minggu (22/11/2020) malam. Pilkada Kota Tangsel diikuti tiga pasangan, yakni nomor urut 1 Muhamad dan Rahayu Satraswati Djojohadikusumo, nomor urut 2 Siti Nur Azizah dan Ruhamaben, dan nomor urut 3 Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Daun kelor menjadi bahasan pada debat kandidat Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel).

Pasangan nomor urut 1, Muhamad-Rahayu Saraswati dengan pasangan nomor 2 Siti Nur Azizah-Ruhamaben pun saling lempar pernyataan.

Calon Wali Kota Tangsel nomor urut 2, Azizah, memang sering berbicara tentang daun kelor pada setiap sosialisasi dan kampanyenya.

Hal itu memancing Calon Wali Kota Tangsel nomor urut 1, Muhamad, untuk meminta penjelasannya, utamanya terkait apakah posisi kelor akan menggantikan anggrek sebagai ikon Tangsel, jika Azizah terpilih.

Azizah pun menjelaskan tentang kelor yangt ternyata merupakan simbol gerakan dalam menyikapi pandemi Covid-19.

Azizah menyinggung organisasi kesehatan dunia WHO dan menganggapnya sebagai solusi menghadapi Covid-19.

"Dia (kelor) tidak hanya punya nilai ekonomis tapi juga kesehatan. Karena kelor ini tanaman rakyat yang ternyata direomendasi WHO."

"Dan ini bisa mengatasi persoalan pandemi Covid, dia bisa meningkatkan gizi keluarga dan imun tubuh, sehingga ini bisa menjadi solusi untuk menangani pandemi Covid," papar Azizah pada debat publik Pilkada Tangsel yang disiarkan langsung KompasTV pada Minggu (22/11/2020).

Baca juga: Sampah di Tangsel, Saraswati Sebut Data Minimnya Tenaga dan Truk Kebersihan, Pilar Bicara PLTSa

Azizah juga mengatakan tentang potensi kelor yang bisa diolah menjadi produk kuliner dan kesehatan yang bisa digarap oleh para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Kelor ini juga bisa meningkatkan nilai ekonomi bagi masyrakat, sehingga tidak hanya menyehatan tubuhnya tapi juga dompetnya," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Jaisy Rahman Tohir
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved