Breaking News:

Modernisasi Sub Tower AMC Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Layanan Penerbangan

PT Angkasa Pura II meningkatkan modernisasi operasional Sub Tower Apron Movement Control (AMC) yang ada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Istimewa/dokumentasi PT Angkasa Pura II.
Angkasa Pura II meningkatkan modernisasi operasional Sub Tower Apron Movement Control (AMC) yang ada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (23/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - PT Angkasa Pura II meningkatkan modernisasi operasional Sub Tower Apron Movement Control (AMC) yang ada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Seperti diketahui, Sub Tower AMC merupakan pusat pemantauan dan pengendalian pergerakan/lalu lintas di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Apron sendiri dapat diartikan sebagai area sisi udara yang bersebelahan dengan terminal penumpang di mana pesawat dapat diparkir untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.

Kemudian untuk memuat dan menurunkan kargo, mengisi bahan bakar, dan sebagainya.

Sub Tower AMC di Terminal 3 adalah satu-satunya di Indonesia.

Dioperasikan sejak 2016 sejalan dengan lalu lintas penerbangan yang cukup tinggi di Bandara Soekarno-Hatta.

Sekaligus untuk mendukung Tower Bandara Soekarno-Hatta yang dioperasikan oleh AirNav Indonesia.

PT Angkasa Pura II pun meningkatkan kapabilitas sistem operasi dari Sub Tower AMC Terminal 3.

Di mana pada tahun ini telah dilakukan digitalisasi terhadap Flight Progress Strip (FPS) sejalan dengan pengembangan aspek Infrastructure & Operation System di dalam Transformation 2.0 yang dijalankan perseroan pada 2020 – 2024.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, FPS merupakan data rencana penerbangan yang digunakan personel Sub Tower AMC sebagai dasar memandu pesawat di movement area.

"Sebelumnya, data-data FPS ditulis di atas kertas alias manual, dan pada tahun ini telah dilakukan digitalisasi sehingga data-data FPS tersebut dapat ditampilkan lebih cepat di suatu platform operasi sehingga sangat membantu personel di Tower AMC untuk dapat memandu pesawat serta memberikan instruksi dengan cepat dan tepat," ungkap Awaluddin dalam keterangannya, Senin (23/11/2020).

Baca juga: 27 PMI di Taiwan Positif Covid-19, Petugas Sidak Penampungan Dekat Bandara Soekarno-Hatta 

Baca juga: Kerumunan Saat Agenda Habib Rizieq, Polisi Periksa Wagub DKI hingga Pihak Bandara Soekarno-Hatta

Awaluddin menambahkan modernisasi Tower AMC T3 jelas dapat meningkatkan safety, security, services through compliance (3S+1C) di Bandara Soekarno-Hatta.

Sementara itu Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi menuturkan, melalui digitalisasi FPS diharapkan dapat berdampak pada ketepatan waktu penerbangan pesawat.

"Adapun penerapan konsep Leading Digital sangat mendukung terjaganya pelayanan dan operasional bandara-bandara PT Angkasa Pura II termasuk di tengah pandemi Covid-19 ini," ujar Agus.

Implementasi Leading Digital ini adalah pengembangan 3 platform digital yang dikenal dengan DROID Platform : INAirports, iPerform dan Smart ACDM.

INAirports yang merupakan platform ekosistem layanan dan informasi bandara bagi pelanggan/traveler melalui iOS dan Android.

Sementara itu, iPerform merupakan platform untuk memonitor operasional bandara secara realtime dan informasi lainnya guna memudahkan pekerjaan karyawan di seluruh unit.

AP II juga merintis Airport Operation Control Center (AOCC) di Bandara Soekarno-Hatta sebagai platform untuk mengintegrasikan ekosistem eksternal guna menerapkan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM).

Platform ini dikenal dengan sebutan Smart A-CDM.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved