Bandingkan Kasus Edhy Prabowo & Fee Formula E, Ferdinand Hutahaean: Semoga Novel Tangkap Pelakunya

Ferdinand Hutahaean menyoroti kasus penangkapan Edhy Prabowo dengan anggaran formula E sebesar Rp560 M.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Fedinand Hutahaean saat ditemui awak media pada 1 Agustus 2018 lalu. Mantan Politikus Demokrat Ferdinand Hutahean bandingkan kasus Edhy Prabowo diciduk KPK dengan komitmen fee formula E. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean bersuara mengenai Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang diciduk KPK pada Rabu dini hari (25/11).

Ferdinand menyoroti kasus penangkapan Edhy ini dengan anggaran formula E Rp560 M.

Untuk diketahui,  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait benih lobster.

Sejumlah barang bukti, seperti ATM yang diduga terkait suap, disita KPK.

"Turut diamankan sejumlah barang, di antaranya kartu debit ATM, yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi dan saat ini masih diinventarisasi oleh tim," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri pada Rabu (25/11/2020).

TONTON JUGA:

Ali mengatakan Edhy Prabowo ditangkap bersama 17 orang lain. Saat ini mereka masih dalam pemeriksaan intensif tim penyidik KPK.

Atas kasus ini, Ferdinand memberikan pujian terhadap kinerja KPK yang telah menciduk Edhy Prabowo.

Baca juga: Daftar Harga HP Samsung Bulan November 2020, Ada Galaxy M51 hingga Galaxy S20 FE

Hal ini diungkapkan Ferdinand melalui laman Twitter resminya @FerdinandHaean3.

Dalam cuitannya itu, Ferdinand mengaku lebih menyukai melihat penangkapan Edhy Prabowo, orang yang paling dekat dengan Prabowo Subianto melalui kaca mata politik.

FOLLOW JUGA:

"Novel Baswedan memimpin timnya fokus pd korupsi ecek2 suap tp diam ttg fee e formula ratusan milliar yg nyata2 raib tanpa hasil. Siapa yg diuntungkan secara politik?," tulisnya.

Lebih lanjut, Ferdinand berharap agar Novel Baswedan, pemimpin penangkapan Edhy juga bisa memeriksa aliran anggaran formula E Rp560 M.

"Saya ucapkan selamat kpd @KPK_RI yg berhasil menangkap sosok besar (menteri) dgn korupsi ecek2 suap benih lobster.

Baca juga: Intip Gaya Iis Rosita Dewi Istri Edhy Prabowo yang Ikut Ditangkap KPK, Punya Profesi Tak Sembarangan

Semoga KPK, bung Novel Baswedan jg memimpin timnya turun ke Pemprov DKI Jakarta memeriksa aliran uang fee E Formula Rp.560 M yg raib merugikan negara. Ini korupsi..!," tegas Ferdinand.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved