Breaking News:

Mulai Masuk Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Minta Warga Jangan Buang Sampah Sembarangan

Pemerintah Kota Tangerang meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan terutama, ke jalur resapan air.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
ISTIMEWA
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat mengecek peralatan BPBD Kota Tangerang untuk penanggulangan bencana banjir awal tahun, Kamis (3/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan terutama, ke jalur resapan air.

Terutama saat ini yang sudah memasuki musim hujan lantaran, ditakutkan akan menyumbat aliran air sehingga bisa menyebabkan banjir tinggi seperti awal tahun 2020.

"Semua sudah siap, melibatkan diri untuk menjaga Kota Tangerang. Tapi kita juga berharap partisipasi masyarakat dalam antisipais bencana dengan tidak membuang sampah sembarangan," ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (3/12/2020).

Arief membentuk kampung-kampung siaga bencana agar masyarakat bisa lebih sigap dalam menghadapi bencana alam ataupun nonalam.

"Dengan dibentuknya kampung siaga, masyarakat akan lebih waspada dengan bencana yang datang. tentunya kami selaku aparat akan mengimbanginya dengan kesiapsiagaan, kordinasi serta sinergitas untuk sama-sama menjaga kota Tangerang dari segala marabahaya," papar Arief.

Tak lupa, ia juga menekankan perihal bencana non alam seperti pandemi covid-19.

Bencana semacam ini dapat kita tanggulangi dengan sama-sama mendisiplinkan diri agar tetap patuh dalam menjalani protokol kesehatan serta 3M.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Deni Koswara mengatakan, akan memperbanyak tempat pengungsian korban banjir.

Bilamana kalau biasa hanya disediakan satu tempat mengungsi di setiap wilayah, nantinya akan disediakan beberapa tempat supaya tidak terjadi kerumunan.

"Yang jelas kita memperbanyak tempat-tempat pengungsian, kalau misal dulu satu tenda ada 30 sampai 40 orang, paling sekarang 20 orang saja," kata Deni.

Ia mengaku para petugas akan tetap menggunakan Alat Pelindung Diri alias APD saat melakukan kewajibannya.

Baca juga: Masuk Musim Hujan, Begini Skema Evakuasi Bencana Banjir di Tangerang Saat Pandemi Covid-19

Baca juga: Prediksi Cuaca dari BMKG Hari Ini, Kamis 3 Desember 2020: Jawa Barat Berpotensi Hujan Lebat

Baca juga: Prediksi Cuaca dari BMKG, Rabu 2 Desember 2020: Waspada Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat dan Angin

Dari segi peralatan, lanjut Deni, pihaknya mendapatkan banyak bantuan dari berbagai pihak untum perahu evakuasi daripada tahun sebelumnya.

"Alat yang kita punya alhamdulillah sekarang ada 14 perahu, tambah ada lima perahu total 19. Alhamdulillah sudah semua, yang jelas kita berdoa semoga bencana tidak terjadi di Kota Tangerang," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved