Korban Mutilasi di Saluran Irigasi
Tinggal Sendirian, Manusia Silver Pemutilasi Pegawai Minimarket Kurang Perhatian Setelah Yatim Piatu
Pelaku mutilasi karyawan minimarket di Bekasi berinisial AYJ (17), disebut kurang perhatian setelah orangtua meninggal dunia.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
AJY (17), manusia silver pelaku mutilasi karyawan minimarket dikenal sebagai pribadi yang sopan dan ramah.
Hal itu dikatakan tetangga rumah pelaku, Emas Jumiarti (45) di di Kampung Pulo Gede, RT 005 RW 011, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Kejadian pembunuhan yang dilakukannya sontak membuat warga sekitat tak percaya.
Pelaku tinggal seorang diri di rumah bekas peninggalan orangtuanya.
Sehari-hari remaja tersebut bekerja sebagai pengamen manusia silver.
Kakak dan neneknya tinggal di lokasi berbeda dan hanya sesekali mengunjunginya.
"Orangnya sopan, ramah, enggak pernah macem-macem paling ngamen aja, makanya kaget saya kalau dia sampe kaya gitu (melakukan mutilasi)," kata Emas Jumiarti (45), Rabu (9/12/2020).
Pergaulan AJY di lingkungan sekitar juga cukup baik.
Dia kerap kumpul bersama pemuda-pemuda dekat tempat tinggalnya dan terlihat normal-normal saja.
"Normal-normal aja selama ini yang kita tahu, sama pemuda sini juga dia kenal suka nongkrong kumpul-kumpul," tuturnya.
AJY diketahui merupakan remaja putus sekolah setelah tak tamat SMP.
Sejak kecil, AJY sudah hidup sebagai yatim.
Baca juga: Ayah di Nias Pulang dari TPS Lihat Ketiga Balitanya Tergorok, Parang di Dekat Sang Istri Jadi Saksi
Baca juga: Tersangka Mutilasi Dapat Dukungan Moril dari Tetangga Sekitar Tempat Tinggalnya
Ayahnya meninggal dunia sejak lama dan dia dibesarkan oleh ibunya.
Sekitar tiga atau empat tahun silam, ibunya meninggal dunia dan terpaksa membuat AJY harus hidup tanpa perhatian kedua orantuanya.
"Dia punya kakak cuma udah pada nikah, diajak tinggal sama kakaknya bareng sambil urus nenek cuma dia enggak mau milih tinggal di sini sendiri," terangnya.