Breaking News:

Pilkada Kota Depok

Pilkada Kota Depok 2020, Tim Paslon 01 Temukan Dugaan Politik Uang Hingga Reaksi Sang Rival

Pasangan calon Wali dan Wali Kota Depok nomor urut 01, Pradi supriatna-Afifah Alia, menemukan dugaan politik uang yang dilakukan oleh rivalnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Paslon Wali dan Wakil Wali Kota Depok 2020, Pradi Supriatna dan Afifah Alia saat dijumpai wartawan, Kamis (24/9/2020). Pasangan calon Wali dan Wali Kota Depok nomor urut 01, Pradi supriatna-Afifah Alia, menemukan dugaan politik uang yang dilakukan oleh rivalnya pasangan nomor urut 02 Mohammad Idris-Imam budi Hartono untuk mendulang suara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Pasangan calon Wali dan Wali Kota Depok nomor urut 01, Pradi supriatna-Afifah Alia, menemukan dugaan politik uang di Pilkada Kota Depok 2020 yang dilakukan oleh rivalnya pasangan nomor urut 02 Mohammad Idris-Imam budi Hartono untuk mendulang suara.

Ketua Tim Advokasi Hukum dan HAM pasangan Pradi-Afifah, Saharwan Perkasa, mengatakan, dugaan politik uang ini terjadi di daerah Kelurahan Pasir Putih, Sawangan.

Saharwan mengatakan, seorang warga mengaku mendapat amplop berisi uang sebesar Rp 30 ribu, dengan pecahan Rp 30 ribu satu lembar, dan dua lembar uang pecahan Rp 5 ribu, agar mencoblos paslon 02.

“Si penerima ini, setelah menerima, ia ada urusan administratif dengan RT. Kemudian datang ke RT dan ia cerita sendiri tanpa dikorek, katanya ia mendapat amplop disuruh nyoblos 02,” kata Saharwan dikonfirmasi wartawan, Senin (14/12/2020).

Dari temuan itu, Saharwan pihaknya telah melakukan investigasi.

“Dari cerita dia itulah berkembang. RT menelusuri sampai akhirnya lapor ke RW. Setelah berkembang itu diketahuilah oleh kami, DPC partai dari paslon 01 yang lalu lapor ke saya selaku ketua tim advokasi. Ya saya jemput barang itu, saya investigasi kebenarannya dan ternyata ini bukan hoaks,” jelasnya.

Saharwan menuturkan, hasil investigasi pihaknya, diketahui bahwa amplop ini diberikan dua hari sebelum pencoblosan pada Rabu (9/12/2020).

Selanjutnya, ia pun melaporkan temuan ini ke Bawaslu Kota Depok. Diduga, ada warga lainnya yang mendapat ‘amplop’ tersebut.

Kendati demikian, warga tersebut enggan melaporkan hingga sulit bagi pihaknya untuk membuktikannya.

Baca juga: Polres Jakbar Hentikan Truk di Sumatera, Ratusan Kilogram Ganja Ditemukan di Tumpukan Buah

Baca juga: Rumah Makan di Kota Tangerang Masih Jadi Prioritas Pemantauan Kerumunan Selama Pandemi

“Kalau bicara masif, sebenarnya masif. Tidak mungkin hanya satu rumah, sebenarnya banyak. Terbukti pada saat warga itu menjalani berita acara pemeriksaan (BAP) ia menyebut si ini, si ini juga menerima,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Idris-Imam, Hafid Nasir, membantah keras adanya politik uang yang dilakukan pihaknya.

Ia juga mempersilahkan kubu rivalnya untuk melaporkan temuan tersebut ke pihak Bawaslu Kota Depok.

“Kami tidak pernah melaksanakan money politic karena kami mengedepankan Pilkada damai, Pilkada yang penuh dengan demokrasi, mengedepankan politik gagasan. Tidak ada (money politic) dalam kerangka kerja kami,” tegasnya dikonfirmasi terpisah.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved