Nasib Sukirno Guru Kontrak Pembuat Soal Anies-Mega: Terancam Dipecat dan Dilaporkan ke Polisi
Guru pembuat soal ujian Anies-Mega, Sukirno, kini terancam dipecat. Keterangan tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Penulis: Erik Sinaga | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM- Polemik sual ujian SMPN 250 Jakarta Selatan terkakait soal ujian Anies-Mega berbuntut panjang.
Guru pembuat soal ujian Anies-Mega, Sukirno, kini terancam dipecat. Keterangan tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi geram terkait kemunculan soal ujian Anies-Mega. Edi tidak habis pikir Sukirno bisa membuat soal yang berpotensi menyebabkan perpecahan.
Terancam dipecat
Sukirno, guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 250 Jakarta Selatan terancam dipecat.
Guru kontrak itu bakal dikenakan sanksi terkait soal ujian akhir sekolah (UAS) di kelas VII yang dibuatnya.
Setidaknya ada dua soal yang memuat nama Anies. Pertama dalam soal itu dituliskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kedua, nama Anies disebutkan tanpa atribut Gubernur DKI Jakarta, demikian juga Mega.
Soal kedua bertuliskan "Anies selalu diejek Mega karena memakai sepatu yang sangat kusam".
Soal ujian itu dianggap menyinggung nama Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Ahmad Riza Patria mengaku, telah menginstruksikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menindak tegas Sukirno.
Namun pemberian sanksi itu harus tetap mengacu pada peraturan dan ketentuan yang ada.
“Saya sudah minta diberi sanksi lain, sedang dipelajari di antaranya tidak lagi dipekerjakan di SMPN 250. Nanti sedang dikaji karena semua harus sesuai peraturan dan ketentuan,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Rabu (16/12/2020).
Ariza menjelaskan, Sukirno merupakan guru yang berstatus kontrak kerja individual (KKI) yang memiliki masa kerja setahun.
Sebelumnya, kata dia, Disdik DKI telah memberikan surat teguran kepada yang bersangkutan karena membuat soal ujian Anies diejek Mega.
“Kami memang harus memberi sanksi kepada siapa saja yang bersalah, apapun bentuk kesalahannya. Sementara sesuai ketentuan dan aturan sanksinya diberi surat teguran dan kami sedang pelajari apakah yang bersangkutan dimungkinkan diberi sanksi untuk tidak dipekerjakan lagi di SMPN 250 atau tidak,” jelas Ariza.
Kenapa bukan Udin atau Otong?

Prasetyo Edi Marsudi yang "menyidang" Sukirno di ruang Sidang Komisi E DPRD DKI Jakarta pada Selasa mempertanyakan niat guru tersebut membenturkan nama Anies dan Mega.
Ia bahkan sempat membentak sang guru.
"Apa yang ada di otak Bapak ketika membuat soal seperti itu? Bapak kan seorang guru," ujar Pras.
Sukirno sempat menjelaskan sedikit tahapan pembuatan soal. Menurutnya, ia ditugaskan Kepala Sekolah SMP 250 Cipete untuk membuat soal untuk anak kelas 7 berdasarkan kurikulum yang ada.
Namun, penjelasan tersebut dipotong oleh Pras. Ia kembali memberondong Sukirno dengan pertanyaan.
"Kenapa Bapak punya pemikiran (untuk membandingkan) Pak Anies dan Bu Mega? Kenapa enggak Udin sama Otong?" ujar dia.
Sukirno membantah tuduhan bahwa dia sengaja membenturkan nama kedua tokoh politik tersebut. Ia mengungkap itu hanya spontanitas belaka.
Lapor polisi
Prasetyo Edi Marsudi terlihat paling marah dalam ruang sidang Komisi E DPRD DKI Jakarta saat agenda klarifikasi yang berlangsung Selasa kemarin.
Pras yang juga merupakan kader PDI P itu mengancam akan melaporkan guru pembuat soal bernama Sukirno tersebut ke Polda Metro Jaya.
Dia berniat melaporkan Sukirno atas nama Kader PDI-P karena merasa keberatan nama ketua umum partainya disebut dengan citra yang buruk.
"Saya atas nama kader PDI-P (akan melaporkan) karena itu menyebut nama ketua umum saya," kata Pras.
Tidak hanya mengancam Sukirno dengan jerat pidana, Pras juga sempat membentak-bentak Sukirno di depan forum rapat.
Pengakuan Sukirno
Sukirno mengaku spontan menulis soal dengan mencantumkan nama Anies dan Mega. Ia mengaku tidak memiliki niat apapun saat menulis soal kontroversial tersebut.
Baca juga: Polemik Soal Ujian Anies-Mega, Ketua Komisi E: Sepele Tapi Dampaknya Luar Biasa
Baca juga: Ketua DPRD DKI Bakal Polisikan Guru Pencatut Anies-Mega Dalam Soal Ujian SMPN 250 Cipete
Baca juga: Ngamuk di Depan Guru Pembuat Soal Mega-Anies, Ketua DPRD DKI: Bapak Mau Provokasi? Lo Jagoan?
"Demi Allah, pak, saya tidak punya niat apa-apa, saya ketika membuat soal ada nama Anies," ucap Sukirno.
Sukirno juga menceritakan kronologi dia ditugaskan untuk membuat soal ujian sekolah Kelas 7 SMP berdasarkan kurikulum yang diajarkan di sekolah.
Menurut dia, tidak ada yang janggal sampai dengan ditulisnya nama dua tokoh politik di dalam soal yang dia buat tersebut.
"Bapak Kepala Sekolah menugaskan saya untuk membuat soal untuk anak kelas 7 dengan kisi-kisi berdasarkan kurikulum yang kami miliki di sekolah," ucap Sukirno. (Kompas.com/Warta Kota)