Kaleidoskop Jabodetabek 2020
Kaleidoskop 2020, Alun-Alun Kota Depok yang Beroperasi Selama 2 Bulan Imbas Pandemi Covid-19
Wali Kota Depok, Mohammad Idris berkata alun-Alun sebagai ruang terbuka hijau adalah sebuah amanat dari Undang-Undang yang harus diwujudkan
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Awal tahun 2020, Pemerintah Kota Depok resmi membuka Alun-Alun Kota di Jalan Raya Grand Depok City (GDC), Cilodong.
Warga pun antusias menyambut pembukaan alun-alun ini. Bahkan, ribuan warga tumpah ruah memadati Alun-Alun hingga ke jalan raya, dan berimbas macet sepanjang ratusan meter.
Guna memecah kemacetan, petugas sampai harus menutup satu jalur yang beralih fungsi menjadi area parkir, dan memberlakukan contra flow di jalur yang satu lagi.
Sekedar informasi, peresmian tersebut sempat tertunda pada malam pergantian tahun 2020, lantaran belum seluruh pekerjaannya rampung.
Wali Kota Depok, Mohammad Idris, yang kembali terpilih di Pilkada 2020, mengatakan, alun-Alun sebagai ruang terbuka hijau adalah sebuah amanat dari Undang-Undang yang harus diwujudkan di setiap Kota.
“Iya Alun-Alun ini kan ruang terbuka hijau, yang memang sebuah amanat Undang-Undang untuk diwujudkan di setiap Kota. Alhamdulillah ini pembangunan sejak 2019 bisa diresmikan pada awal tahun ini,” kata Idris di Alun-Alun Kota Depok, pada Minggu (12/1/2020) silam.
Idris mengatakan, terdapat banyak unsur dan fungsi di Alun-Alun Kota Depok, seperti di antaranya fungsi ekologi dimana alun-Alun menjadi wadah interaksi warga dari beragam usia.
Selanjutnya, fungsi ekonomi pun disiapkan oleh Idris dimana terdapat kios-kios UMKM di atas lahan seribu meter.

“Fungsi edukasi kami siapkan working space, untuk wadah berdiskusi. Ada juga fasilitas untuk komunitas seperti lapangan basket, futsal, wall climbing (panjat dinding),” bebernya.
Ketika ditanya soal anggaran, Idris mengaku pembangunan Alun-Alun Kota Depok menelan biaya ratusan miliar rupiah.
Total keseluruhan pekerjaan konstruksi bangunan yang ada di Alun-Alun Kota Depok, Idris mengaku pihaknya telah mengeluarkan biaya kurang lebih sebesar Rp 160 miliar.
“Tahap awal sampai akhir hampir Rp 160 miliar untuk konstruksinya, untuk tanahnya kurang lebih Rp 200 M, ini murni APBD Kota Depok,” kata Idris.
Sementara itu, mayoritas warga yang datang ke acara peresmian merasa puas akhirnya Kota Depok memiliki Alun-Alun.
Namun, rasa puas tersebut pun tak luput dari beberapa catatan warga. Seperti Hibnu, warga Kota Depok asli yang datang membawa istri serta dua anaknya ke acara peresmian.