Sopir dan Kernet Bus Dijerat Pasal Berlapis Bunuh Ibu Hamil: Kesal Karena Korban Minta Nikah

Sopir dan kernet itu terlibat dalam pembunuhan Hilda Hidayah (22). Unyil mengaku stres dihantui Hilda. Unyil mau menyerahkan diri tapi takut

Penulis: Erik Sinaga | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Hendra Supriyatna alias Indra (kanan) dan Muhammad Qhairul Fauzi alias Unyil (kiri) saat dihadirkan di Mapolsek Makasar, Jakarta Timur Rabu (16/12/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Hendra Supriyatna alias Indra (38) dan Muhammad Qhairul Fauzi alias Unyil (20) akhirnya ditangkap polisi.

Sopir dan kernet itu terlibat dalam pembunuhan Hilda Hidayah (22). Unyil mengaku stres dihantui Hilda. Unyil mau menyerahkan diri tapi urung karena takut dipenjara.

Unyil sebenarnya mengenal keluarga korban.

Merasa dihantui

Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar mengatakan penangkapan berawal saat Unyil yang berprofesi sebagai kernet bus mengaku terlibat dalam pembunuhan.

"Ada warga yang mendengar pengakuan dari tersangka Unyil bahwa dia terlibat pembunuhan di Tol Jagorawi. Informasi lalu dilaporkan ke anggota," kata Saiful di Mapolsek Makasar, Rabu (16/12/2020).

Pengakuan dia terlibat pembunuhan Hilda yang saat kejadian hamil sembilan bulan itu diceritakan ke sesama kernet bus di Terminal Kampung Rambutan.

Penyebabnya karena tak tahan terus 'dihantui' Hilda yang seolah muncul sejak hari kejadian dia membantu Indra membunuh lalu membuang jasad.

"Saya enggak kuat, stres. Tapi mau nyerahin diri juga enggak berani, takut dipenjara. Saya dihantuin terus sama arwah korban. Saya minta maaf sama korban," ujar Unyil.

Unyil mengaku diminta bantuan membuang jasad Hilda yang dibunuh Indra dalam bus Mayasari P9BC rute rute Kampung Rambutan-Cikarang

Bus berpelat B 7069 IV itu merupakan bus yang saat kejadian sehari-harinya dikemudikan Indra selaku sopir bus, sementara Unyil kernet bus.

Dari Terminal Cikarang lokasi bus terparkir saat kejadian, bersama Indra dia membawa jasad Hilda ke taman kota Tol Jagorawi, Kecamatan Makasar.

"Saya bantu mengangkat jasad korban pas mau dibuang, saya pegang tangannya. Tapi yang gali tanah untuk lokasi nguburnya si Indra, dikubur malam-malam," tuturnya.

Lokasi taman kota Tol Jagorawi dipilih karena sebagai sopir dan kernet mereka paham betul area sekitar sepi dan jauh dari permukiman warga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved