Antisipasi Virus Corona di Bekasi
Stok Alat Swab Test Menipis, Pemkot Bekasi Minta Warga Terbit Patuhi Protokol Kesehatan
Stok alat swab test atau PCR-kit yang dimilki Pemkot Bekasi menipis, warga diminta lebih tertib menjaga protokol kesehatan saat pandemi Covid-19.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Stok alat swab test atau PCR-kit yang dimilki Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai menipis, warga diminta lebih tertib menjaga protokol kesehatan (prokes) guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Dezy Syukrawati mengatakan, stok PCR-kit hingga saat ini tersedia 30.000 picis.
"Ada 30.000 an. Kita ga pengen dihabisin. Perkiraan kita sampai Maret (2021)," kata Dezy saat dikonfirmasi, Minggu (20/12/2020).
Dia menjelaskan, stok PCR-Kit ini diharapkan dapat mengakomodir kegiatan tracing kontak serta penangan pasien terkonfirmasi yang dilakukan tes secara berkala selama isolasi.
Jelang libur Nataru (Natal dan tahun baru), warga diminta tetap tertib dalam menjalankan prokes Covid-19.
"Kota Bekasi kasus masih tinggi, yang diharapkan kesadaran dari warga Kota Bekasi, sulit kalau mengandalkan petugas saja. Itu yang kita harapkan," terangnya.
Baca juga: Rizky Febian Akui Asetnya Teddy Jual, Terungkap Ayah Tiri Putri Delina 2 Kali Buka Deposit Box Lina
Jika pasca-Nataru terjadi sebaran Covid-19 secara masif, Dezy mengaku, stok PCR-Kit yang dimiliki tidak akan cukup sampai target Maret 2021 medatang.
"Makanya, ini yang harus kita waspadai 30.000 itu ga akan sampai Maret kalau bertambah terus jumlah tracingnya," tegasnya.