Virus Corona di Indonesia
Tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta Hanya untuk Calon Penumpang yang Sudah Punya Tiket
PT Angkasa Pura membatasi pengguna jasa yang hendak mengikuti tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - PT Angkasa Pura membatasi pengguna jasa yang hendak mengikuti tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta.
Pembatasan dilakukan bermaksud untuk mengurai antrean dan memecah kerumuman yang kerap kali terjadi pada beberapa waktu terakhir.
Sebagai informasi, mulai hari ini yang dapat melakukan tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta hanya calon penumpang yang dilengkapi dengan tiket penerbangan.
"Nah memang untuk saat ini kami batasi hanya untuk penumpang pesawat terbang," jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhamad Awaluddin di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (24/12/2020).
Awaluddin mengatakan, ketentuan tersebut merupakan hasil evaluasi dari peristiwa antrean rapid test yang mengular di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.
"Jadi memang data 60 persen peserta rapid test bukan penumpang pesawat itu benar, makanya kita lakukan transisi berdasarkan evaluasi," kata Awaluddin.
Awaluddin mengatakan, calon peserta peserta rapid test antigen akan diminta menunjukkan tiket pesawat.
"Sehingga yang rapid test hanya untuk calon penumpang mendesak, tidak untuk warga yang tidak punya tiket penerbangan," kata Awaluddin.
Peraturan tersebut pun berlaku untuk semua jenis layanan tes Covid-19 di bandara udara terbesar di Indonesia tersebut.
Seperti diketahui, PT Angkasa Pura II pun yelah membuka tiga metode rapid test yang bisa diikuti calon penumpang yakni Walk in, Pre-Order, dan Drive Thru.
"Untuk tiga metode tersebut, peserta rapid test harus bisa menunjukkan tiket pesawat dengan jam keberangkatan hari itu juga," sambung Awaluddin.
Saat ini, kata Awaluddin, sudah tidak lagi terlihat adanya antrean peserta rapid test di delapan fasilitas Health Center yang ada di Bandara Soekarno-Hatta lantaran adanya pembatasan tersebut.
Ia pun meminta calon penumpang untuk menggunakan fasilitas Pre-Order jika ingin melakukan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta.
"Jadi calon penumpang bisa mengatur waktu sendiri jauh hari disesuaikan jadwal penerbangan, agar menghindari antrean juga," pungkas Awaluddin.
Animo terhadap layanan pre-order service tes Covid-19 di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta terus meningkat.
Seperti diketahui terdapat tiga alternatif layanan tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta, yaitu pre-order service melalui travelation.angkasapura2.co.id, lalu tes tanpa turun kendaraan (drive thru service), dan tes langsung datang ke lokasi (walk in service).
Dari data yang terkumpul, pada Rabu (23/12/2020) sejak pukul 00.00 WIB sampai 18.00 WIB, jumlah totak calon penumpang yang melakukan tes Covid-19 tercatat ada 3.216 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 765 orang menggunakan pre-order service, lalu 162 orang lewat drive thru service dan 2.289 orang walk in service.
"Jumlah calon penumpang pesawat yang melakukan tes Covid-19 dengan pre-order service pada 23 Desember sampai pukul 18.00 WIB mencapai 765 orang atau jauh lebih tinggi bandingkan dengan 22 Desember sekitar 500 orang," kata VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano, Rabu (23/12/2020) malam.
Melalui pre-order service, calon penumpang pesawat dapat memilih jadwal tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta yang dapat disesuaikan dengan jadwal penerbangan.
Namun, ternyata, orang yang melakukan rapid test antigen dan PCR Test Bandara Soekarno-Hatta kebanyakan bukan penumpang pesawat.
Hal tersebut dibongkar oleh Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Usut punya usut, warga non-penumpang yang memadati Bandara Soekarno-Hatta itu memanfaatkan harga rapid test antigen yang murah di sana.
"Kalau keterangan yang saya dapat itu dari Dirut Angkasa Pura II, banyaknya masyarakat yang bukan penumpang pesawat melakukan rapid test antigen di Bandara Soekarno-Hatta," kata Tulus di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (23/12/2020).
Baca juga: Buron 5 Bulan dari Penjara, Pelarian Tahanan ini Terhenti Gara-gara Bocoran Pacar
Baca juga: Satpol PP DKI Jakarta Bakal Mengawasi Tempat-tempat Berikut Ini, Antisipasi Kerumunan Saat Nataru
Baca juga: Ada Hasrat Tak Tersalurkan Dibalik Teganya Sekuriti Hotel Pukuli Dokter hingga Tempurung Pecah
Malahan, masyarakat bukan penumpang yang melakukan rapid test antigen di Bandara Soekarno-Hatta berjumlah sampai 60 persen.
Kebanyakan dari mereka juga adalah calon penumpang kapal laut dan kereta api.
"Karena dua itu juga wajib menyertakan rapid test antigen," sambung Tulus.
Ditambah, tidak ada layanan rapid test antigen di sekitar stasiun kereta api dan pelabuhan.
Tulus melanjutkan, masyarakat juga berbondong-bondong melakukan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta lantaran harganya yang murah dibandingkan tempat lain.
"Di Bandara Soekarno-Hatta ini kalau enggak salah Rp 200 ribu. Sementara di rumah sakit harganya jauh lebih mahal," kata Tulus.
Bahkan, Tulus juga mengatakan, bukan hanya rapid test antigen yang harganya terbilang cukup murah, untuk test Covid-19 lain pun masyarakat akan lebih memilih melakukan tes di Bandara Soetta.
"Saya sempat rapid test antibodi di Bandara Soekarno-Hatta hanya Rp 85ribu, tapi memang kalau untuk sengaja datang ke sini tapi tidak untuk naik pesawat sebenarnya costnya sama saja," ungkap Tulus.
Antrean rapid test antigen yang mengular kemarin, lanjut dia, lantaran adanya kepanikan masyarakat akan aturan pemerintah yang terkesan dadakan.
"Masyarakat panik dan akhirnya berbondong-bondong melakukan rapid test di hari yang sama," ujar Tulus.
Tulus menilai, sejak awal pandemi Covid-19 terjadi, Pemerintah memang tidak konsisten dalam membuat kebijakan untuk menghadapi Covid-19 hingga membuat masyarakat bingung.
"Hal ini tentunya menimbulkan kekacauan di lapangan itu menjadi masalah serius karena bisa menimbulkan klaster baru, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta," kata dia mengakhiri.
Total, Bandara Soekarno-Hatta memiliki delapan lokasi tes Covid-19 yaitu:
1. Airport Health Center di T2 (Stasiun Skytrain – Walk in service).
2. Airport Health Center di T2 (Terminal 2D – Pre-order service).
3. Airport Health Center di T3 (SMMILE Center – Walk in service).
4. Airport Health Center di T3 (area lounge umroh – Pre-order service).
5. Drive Thru tes di lapangan parkir T3.
6. Drive Thru tes di lapangan parkir T2.
8. Drive Thru tes di lapangan parkir T1.