5 Tradisi Perayaan Natal di Berbagai Dunia, Apa Saja?
Meski Natal tahun ini terasa sedikit berbeda kaena dirayakan di masa pandemi Covid-19, tak mengurangi suka cita umat Kristiani di seluruh dunia.
Kartu Natal sering digunakan berbagai organisasi sebagai sarana pengumpul dana.
Salah satu kegiatan pengumpulan dana yang paling terkenal adalah program kartu Natal UNICEF yang dimulai tahun 1949.
Baca juga: 10 Lagu K-Pop Bertema Natal untuk Semarakkan Hari Raya Natal 2020, Ada BTS hingga SNSD
3. Sinterklas
Sinterklas (dalam bahasa lain juga dikenal dengan nama Santa Klaus, Santo Nikolas, Santo Nick, Bapak Natal, Kris Kringle, Santy, Sinyokolas atau Santa) adalah tokoh dalam berbagai budaya yang menceritakan tentang seorang yang memberikan hadiah kepada anak-anak, khususnya pada Hari Natal.
Dia terkenal karena kebaikannya memberi hadiah kepada orang miskin.
Demi menghapus elemen-elemen yang tidak alkitabiah, Inggris yang ketika itu dikuasai oleh Parlemen Puritan pernah melarang perayaan Natal.
Mereka menganggap perayaan Natal hanyalah festival kepausan (popish) yang tidak punya pembenarannya dalam Alkitab.
Akhirnya, kaum Puritan di Inggris menggantinya dengan satu hari puasa.
Baca juga: Mau Ucapkan Selamat Natal Berbahasa Inggris, Ini 25 Contoh Kata-katanya
5. Ritus Timur
Ritus Suriah Timur atau Ritus Suryani Timur (disebut pula Ritus Asiria, Ritus Persia, Ritus Kaldea, atau Ritus Suriah Oriental) adalah ritus peribadatan Kristen Timur yang menggunakan dialek Suryani Timur sebagai bahasa liturgi, dan merupakan salah satu dari dua ritus peribadatan Kristen Suryani.
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul 5 Tradisi Perayaan Hari Natal di Berbagai Negara,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/santa-klaus.jpg)