Breaking News:

Rekonstruksi Pembunuhan Hilda Hidayah, Terungkap Unyil Berbohong Saat Pemeriksaan

Rekonstruksi kasus pembunuhan Hilda Hidayah, terungkap fakta bahwa Unyil tidak ikut membantu Indra mengubur jasad Hilda di taman kota Tol Jagorawi.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Muhammad Qhairul Fauzi alias Unyil saat memperagakan sedang menyeret tubuh Hilda Hidayah dalam bus di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (30/12/2020). Rekonstruksi kasus pembunuhan Hilda Hidayah, terungkap fakta bahwa Unyil tidak ikut membantu Indra mengubur jasad Hilda di taman kota Tol Jagorawi. 

Tepatnya di bagian kursi penumpang paling depan sisi kiri bus lokasi Indra memukul kepala Hilda sebanyak tiga kali dengan balok kayu pengganjal pintu bus.

"Khusus untuk Unyil selain pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana juncto 338 KUHP tentang Pembunuhan dan 351 ayat 3 KUHP. Dia juga dikenakan pasal 56 KUHP," tuturnya.

Hendra Supriyatna alias Indra (38) saat reka adegan menguburkan jasad Hilda Hidayah (22) di Taman kota Tol Jagorawi, Makasar, Jakarta Timur, Rabu (30/12/2020).
Hendra Supriyatna alias Indra (38) saat reka adegan menguburkan jasad Hilda Hidayah (22) di Taman kota Tol Jagorawi, Makasar, Jakarta Timur, Rabu (30/12/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Peran Unyil yang tak ikut membantu proses penguburan dibenarkan Indra, saat reka adegan dia mengaku melakukan perbuatannya seorang diri.

Dari sejak menggali tanah hingga menutup jasad Hilda menggunakan tanah dan sejumlah lembar daun pisang dia melakukannya sendiri.

"Saya kubur jasadnya setengah badan karena pas kejadian buru-buru. Habis saya kubur cangkul buat gali dan balok kayu saya buang ke kali," kata Indra.

Pasal 56 KUHP tentang Penyertaan dalam Tindak Pidana yang disangkakan ke Unyil berisi:

Muhammad Qhairul Fauzi alias Unyil (20) saat rekonstruksi kasus pembunuhan Hilda Hidayah di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (30/12/2020).
Muhammad Qhairul Fauzi alias Unyil (20) saat rekonstruksi kasus pembunuhan Hilda Hidayah di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (30/12/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

1. Mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan.

2. Mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved