Satu Keluarga Miskin Pilih Pindah ke Hutan Karena Sering Diejek Tetangga dan Tak Dapat Bansos
Satu keluarga miskin di Tapanuli Selatan tak pernah dapat bantuan sosial ( bansos) dan diremehkan tetangga akhirnya pindah ke hutan.
Ancaman gigitan nyamuk hutan dan binatang buas lainnya tak lagi dia hiraukan.
Melewati malam tanpa lampu penerangan juga sering dialami keluarga tersebut.
Selain karena memang tidak ada listrik tersambung ke Gubuk pamannya tersebut, Oloandi tak punya cukup uang membeli lilin.
Saat ini Anak Oloandi yang paling sulung sudah duduk di bangku kelas satu SD.
Setiap hari, Oloandi menemani anaknya ke sekolah dan anaknya tersebut harus berjalan sejauh 5 Km agar bisa sampai ke sekolah.
Tidak ada jalan lain ntuk membeli beras dan keperluan dapur lainnya, termasuk menyambung sekolah anaknya selain menjadi buruh panjat kelapa.
Oloandi juga tidak punya lahan untuk bercocok tanam, dampaknya anaknya yang masih berusia satu tahun pun nyaris tak pernah minum susu.
Paling tinggi penghasilan Oloandi dalam sehari dari upah memanjat kelapa hanya 50 ribu rupiah saja.
Sulitnya lagi, dalam seminggu jasanya hanya 2 kali dipakai toke, artinya seminggu hanya bisa menghasilkan 100 ribu rupiah saja.
"Hanya 50 ribu rupiah per hari. Tertentu juga, itu pun kadang satu hari ini ada, besok kadang enggak ada. Kadang mau, dalam seminggu cuma dua kali,"terang Oloandi.
Selama ini, kata Oloandi pendataan memang sering dilakukan Pemerintah terhadap keluarga kurang mampu.
Mirisnya, meski sudah terdata Oloandi tak pernah merasakan bantuan yang seharusnya menjadi haknya.
Padahal, kata Oloandi tetangganya semasa di perkampungan berhasil memoeroleh bantuan.
"Kalau data sering, tapi enggak pernah dapat bantuan. Tinggal datanya aja yang tinggal, padahal tetangga dapat juganya,"keluh Oloandi.
Atas kesenjangan yang dialami, Oloandi berharap pemerintah di republik dapat berlaku adil.
"Tempat tinggal kami yang paling parah, kalau bisa pemerintah sudilah membantu," harap Oloandi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tapsel, ada 25 ribu lebih warga dengan kategori miskin.
Data tersebut tercatat pada bulan Oktober 2020.