Breaking News:

Sepanjang Tahun 2020, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Paling Banyak Kebakaran di Jakarta Utara

Korsleting listrik masih jadi penyebab paling banyak dari ratusan kebakaran yang terjadi selama setahun belakangan di Jakarta Utara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com
Ilustrasi Kebakaran 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Korsleting listrik masih jadi penyebab paling banyak dari ratusan kebakaran yang terjadi selama setahun belakangan di Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara Rahmat Kristantio menjelaskan, dari total 246 kasus kebakaran selama tahun 2020, 154 kasus disebabkan korsleting listrik.

"Kebakaran di Jakarta Utara pada 2020 masih didominasi akibat konsleting listrik yakni sebanyak 154 kasus," kata Rahmat saat dikonfirmasi, Rabu (30/12/2020).

Selain korsleting listrik, penyebab kebakaran yang terbanyak kedua yakni pembakaran sampah dengan total 58 kasus 

Kemudian, Rahmat memerinci, tujuh kasus di antaranya akibat puntung rokok, serta dua kasus akibat kompor atau tabung gas.

"Paling tinggi penurunan kasus jika dibandingkan tahun 2019 yaitu akibat kompor atau tabung gas. Jika pada 2019 terjadi 13 kasus akibat kompor atau tabung gas, pada tahun 2020 hanya terdapat dua kasus," kata Rahmat.

Adapun kegiatan penyelamatan yang dilakukan petugas sepanjang 2020 meningkat sebanyak 60 persen jika dibandingkan 2019.

Pada 2020 ini, petugas melakukan 569 tugas penyelamatan, sedangkan pada 2019 sebanyak 231 tugas penyelamatan.

"Pada tahun 2020 ini tugas penyelamatan didominasi aksi evakuasi hewan sebanyak 176 kali dan aksi evakuasi sarang tawon sebanyak 165 kali," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved