Breaking News:

Sambut Baik Jokowi Teken PP Kebiri Kimia untuk Predator Seksual, Komnas PA: Ini Sangat Luar Biasa

Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait turut merespon PP Kebiri Kimia untuk predator seksual anak.

Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi saat mengumumkan nama calon menteri di Istana Merdeka, Selasa (21/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020, yang berisi tentang cara pelaksanaan tindakan kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi alat elektronik, rehabilitasi, dan pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait turut merespon PP tersebut.

Melalui keterangan resminya, Arist menyebut pihaknya menyambut baik keputusan tersebut.

“Saya kira ini adalah saat yang sangat luar biasa karena dengan lahirnya PP 70 tahun 2020 tentang tata cara pelaksanaan suntik kimia dan deteksi elektronik terhadap predator kejahatan seksual. Saya kira ini adalah hadiah untuk anak Indonesia memasuki tahun 2021,” kata Arist dikonfirmasi wartawan, Senin (4/1/2021).

“Ini sudah ditunggu lama sejak Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 yang menempatkan bahwa predator kejahatan seksual layak dihukum maksimal 20 tahun dan hukuman pemberatan. Pelaksanaannya kan ditunggu-tunggu sejak tahun 2016 tetapi belum dilaksanakan,” timpalnya lagi.

Baca juga: Gisel Tersangka Kasus Video Syur Tak Hadiri Pemeriksaan Karena Ini, Polisi Jadwalkan Kembali Jumat

Menurut Arist, PP Nomor 70 Tahun 2020 ini juga bisa menjadi alat eksekusi  ketika putusan Pengadilan menambahkan hukuman pemberatan.

“Dengan lahirnya PP Nomor 70 Tahun 2020 saya kira ini sudah bisa dipakai sebagai alat untuk mengeksekusi ketika putusan Pengadilan menambahkan hukuman pemberatan lewat kimia itu,” bebernya.

Dengan latar belakang meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di tahun 2020, maka tak berlebih menurut Arist bila menyebut PP Nomor 70 Tahun 2020 ini adalah hadiah untuk anak Indonesia di awal tahun 2021.

“Ini hadiah untuk anak Indonesia memasuki 2021 dengan latar belakang meningkatnya kejahatan seksual anak yang selama ini banyak sekali predator  lepas dari hukuman seperti itu,” imbuhnya.

Terakhir, Arist juga menyebut bahwa hal lain yang membuat PP ini ‘luar biasa’ adalah bahwa Jaksa ditunjuk sebagai eksekutor untuk menjalankan putusan pengadilan tentang pemberatan hukuman kebiri tersebut.

“Itu tentunya jaksa mendapatkan atau menerima pertimbangan dari pemerintahan yang mengurusi tentang kesehatan sosial hak asasi atau hukum. Jadi Komnas Perlindungan Anak dengan lembaga perlindungan anak nusantara menyambut baik Peraturan Pemerintah Nomor 70 tahun 2020 ini,” ucap dia.

 
 

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved