Sisi Lain Metropolitan
Kapolsek Cakung Ajak Istri Jadi Penikmat Ikan Cupang
Mulai dari jenis ikan cupang Giant, Pelakat, Crown Tail hingga Half Moon dimilikinya dan dibeli langsung melalui lelang maupun ke penjual langsung.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Demam ikan cupang, Kapolsek Cakung Kompol Satria Darma ajak istri kenali varian ikan cupang.
Sebagai penikmat ikan cupang, Satria, sapaannya memiliki puluhan ikan cupang.
Mulai dari jenis ikan cupang Giant, Pelakat, Crown Tail hingga Half Moon dimilikinya dan dibeli langsung melalui lelang maupun ke penjual langsung.
Menariknya, agar sang istri, Minda Septania tak cemburu, Satria mengenalkan hobi barunya ini kepada Minda.
"Istri enggak cemburu. Saya justru kenalkan sama dia perihal jenis-jenis ikan cupang," katanya kepada TribunJakarta.com, Rabu (6/1/2021).
Bahkan, sebagaian ikan cupang yang dimilikinya justru pilihan sang istri.
Mereka juga kerap memilih bersama karena sama-sama penikmat ikan cupang.
"Justru sekarang sebagian ikan yang saya cuma hasil pilihan istri saya. Jadi memang saling terbuka dan istri jadi ikut ketularan jadi penikmat ikan cupang," jelasnya.
Bermula dari 2 ekor ikan cupang
Mulanya, Satria tak tahu banyak perihal varian ikan cupang.
Pemahamannya hanya sebatas ikan cupang terbagai dalam dua jenis, yakni aduan dan slayer yang di mana ekornya menjadi pemikat pecintanya.
Namun, setelah menyelam lebih dalam, ia menyadari bahwa ilmunya masih sangat dasar dan ia semakin tertarik dengan varian ikan cupang.
Dimulai dengan dua ikan cupang yang ia letakan di meja kerjanya, kemudian merambah ke jenis ikan cupang lainnya seperti Giant, Pelakat, Crown Tail, Half Moon dan lain sebagainya.
"Kalau dibilang kolektor ya bukan ya. Saya hanya penikmat saja. Memang awalnya hanya 2 ikan cupang. Kemudian bertambah hingga menjadi puluhan ikan cupang. Malahan untuk saat ini berbagai jenis ikan cupang sudah ia miliki," jelas pria kelahiran Serang 1980 ini.
Bagai candu, menjadi penikmat ikan cupang membawanya turun langsung untuk memilih varian ikan yang akan dipeliharanya.
Mulai dari penjual di dekat kantornya hingga Pasar Ikan Jatinegara, Jakarta Timur pun ia sambangi.
Menariknya, bapak tiga anaknya sampai mengikuti lelang ikan cupang via Instagram.
"Belinya ya di macam-macam tempat ya, dari penjual ikan hias sekitar. Kemudian di pusatnya di Pasar Ikan Jatinegara, bahkan saya juga ikut beli online atau lelang via Instagram live ya," ujarnya.
Di sela kesibukannya sebagai Kapolsek, suami sekaligus ayah bagi ketiga anaknya, Satria mengaku masih sempat mengikuti lelang via lini masa.
Biasanya, ia akan memilih waktu di malam hari untuk menonton siaran langsung lelang ikan cupang.
Tak butuh waktu lama, untuk satu ikan yang dilelang biasanya hanya berlangsung selama 15 menit.
Hal ini menjadi daya tarik sendiri bagi Satria lantaran ia beradu kecepatan dengan warga net lainnya guna membooking ikan cupang pilihannya.
"Ketika membeli secara lelang ini menjadi tantangan, karena bukan saya sendiri tapi dari berbagai macam kalangan mengoleksi. Sehingga dari mana saja bisa mengincar untuk memiliki ikan tersebut. Jadi ini ada trik dan tantangan tersendiri bisa memenangkan lelang cara online itu," ungkapnya seraya senyum-senyum.
Untuk satu ikan cupang peliharaannya, Satria mengatakan tak pernah merogoh kocek hingga jutaan rupiah.
Ikan yang ia miliki saat ini diakuinya memiliki harga di bawah jutaan dan cenderung ratusan.
"Saat ini tersisa 30 ekor ikan cupang ya yang ada sama saya. Untuk harganya tergantung bentuk dan ragamnya, kisarannya Rp 75 ribu sampai Rp 300 ribu. Kadang ada yang di atas itu, tapi untuk saat ini tidak ada yang jutaan. Sebab sekarang lebih senang yang biasa aja karena saya hanya penikmat," jelasnya.
Satria mengatakan ikan cupang peliharaannya bisa menghilangkan stres usai bekerja dan membuatnya kembali bernostalgia.
Yap, ikan cupang diakuinya bisa membuatnya teringat indahnya masa kecil.
"Dari melihat warnanya yang indah dan bentuknya ketika kita bermain itu menjadi pelepas stres. Selain itu saya bisa bernostalgia dan teringat masa kecil. Jadi ingat lagi kenangan manis yang dulu pernah saya lalui dengan memelihara ikan cupang," ungkapnya.
Baca juga: Kubu Rizieq Shihab Siapkan Bukti Tertulis Jelang Sidang Praperadilan
Baca juga: PSI Desak Anies Baswedan Perpanjang Aturan Wajib Antigen dan Terapkan Jam Malam
Baca juga: Pria yang Tewas dalam Semak-semak di Ulujami Pesanggrahan Diduga Bakar Diri
Hibahkan ikan ke warga untuk budidaya
Meski menepis ketika disebut kolektor, Satria mengaku hanya penikmat ikan cupang saja.
Sekiranya, ia memiliki puluhan ekor ikan cupang dengan berbagai jenis, mulai dari Giant, Pelakat, Crown Tail, Half Moon dan lain sebagainya.
"Saat ini sisa 30 ekor ikan cupang. Sebagian ikannya sudah saya hibahkan ke kampung tangguh untuk di breeding," katanya.
Tak tanggung-tanggung, sekiranya 20 ekor ikan cupang ia hibahkan ke kampung tangguh yang ada di RW 5 Kelurahan Penggilingan dan RW 5 Kelurahan Ujung Menteng.
Ikan cupang yang hibahkan dikawinkan dan hasil penjualannya diatur oleh warga di kampung tangguh.
"Saya berikan ke sana kan itu, yang kemudian bisa dikelola dan kemudian dilakukan budidaya serta menghasilkan. Alhamdulillah hasilnya ketika kita jual bisa membuat tambahan untuk operasional karang taruna dan warga sekitar," lanjutnya.
Ikan cupang yang berhasil dibudidaya akan dijual dalam bentuk partai atau borongan, dengan harga perekornya bervariasi dengan kisaran puluhan sampai ratusan ribu.
Selanjutnya, sebagian pendapatannya akan digunakan untuk membeli ikan cupang kembali.
"Saya dengarnya saja sudah senang. Sebab dengan budidaya ini bisa sedikit meringankan beban warga di tengah pandemi," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kapolsek-cakung-kompol-satria.jpg)