Syekh Ali Jaber Wafat

Rekam Jejak Syekh Ali Jaber yang Meninggal Dunia pada Kamis Pagi, Dianugerahi Status WNI oleh SBY

Sekilas profil dan rekam jejak karier pendakwah Syekh Ali Jaber yang dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (14/1/2021).

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Muji Lestari
Instagram
Syekh Ali Jaber meninggal dunia. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pendakwah Syekh Ali Jaber dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (14/1/2021).

Kabar duka ini dikonfirmasi melalui laman Instagram resmi @yayasan.syekhalijaber.

"Kami berduka atas wafatnya Syeikh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber pada Kamis pukul 08.30 WIB," tulis akun tersebut.

TONTON JUGA:

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber dilaporkan semakin menunjukkan perkembangan yang baik.

Selama dirawat intensif karena Covid-19 sejak Selasa (29/12/2020) lalu, kesehatan dai kelahiran Madinah ini terus memperlihatkan perkembangan baik setiap harinya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Pada Kamis Pagi

Meski demikian, sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti meninggalnya Syekh Ali Jaber.

Mengenang kepergiannya, berikut profil Syekh Ali Jaber dan rekam jejaknya:

Syekh Ali Jaber yang memiliki nama lengkap Ali Saleh Muhammad Ali Jaber lahir di Madinah, Arab Saudi pada 3 Februari 1976.

Baca juga: Pesan Telak Sule pada Teddy Sibuk Urus Warisan Lina Jubaedah: Saya yang Cari Uangnya Tak Mengungkit

Dikutip dari TribunnewsWiki.com, Syekh Ali Jaber telah mendapat bimbingan agama dari sang ayah yang juga seorang penceramah sejak kecil.

Pada usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber telah menghafal 30 juz Alquran.

Bahkan pada umur 13 tahun, ia diamanahi untuk menjadi imam masjid di sebuah masjid di Kota Madinah.

Ia menempuh pendidikan formal dari madrasah ibtidaiyah hingga madrasah aliyah di Madinah.

Setelah lulus sekolah menengah, Syekh Ali Jaber melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran pada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi.

Baca juga: Tata Cara Mendapatkan BLT Ibu Hamil Rp 3 Juta dari Kemensos, Pastikan Syarat-syaratnya Terpenuhi

Rekam Jejak Karier

Pada 2018, Syekh Ali Jaber pindah ke Indonesia dan menjadi guru tahfidz Alquran di asjid Agung Al-Muttaqin, Cakranegara, Lombok.

Ia juga menjadi imam salat dan khatib.

Di Lombok pulalah, Syekh Ali Jaber bertemu dengan sang istri, Ummi Nadia yang merupakan wanita asli Lombok.

Selanjutnya, Syekh Ali Jaber menjabat sebagai imam salat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta.

Baca juga: Nikita Willy Terdiam Indra Priawan Bahas Poligami dengan Raffi Ahmad, Nagita Nyeletuk: Dia Syok!

Nama Syekh Ali Jaber naik daun setelah menjadi juri Hafizh Indonesia di RCTI dan rutin mengisi acara Damai Indonesiaku di TvOne.

Dakwahnya yang menyejukkan, penyampaiannya sangat rinci dilengkapi dengan ayat-ayat Alquran dan hadits membuat kehadiran Syekh Ali Jaber dapat diterima masyarakat.

Puncaknya, ia dianugerahi kewarganegaraan Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2012 karena ketulusannya dalam berdakwah.

Sempat Terpapar Covid-19

Syekh Ali Jaber dikonfirmasi positif Covid-19. Hal ini diketahui diketahui dari akun Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber, Selasa (29/12/2020).

Melalui media sosial tersebut, pemilik nama asli Ali Saleh Mohammed Ali Jaber ini meminta dukungan doa jemaah agar dapat sembuh dari Covid-19.

"Mohon Doa untuk kesembuhan guru kita @syekh.alijaber bahwasannya beliau terkonfirmasi positif Covid-19."

"Semoga beliau segera disembuhkan dan penyakitnya diangkat oleh Allah Ta'ala," tulis akun Instagram @yayasan.syekhalijaber.

Syekh Ali Zaber mengaku tidak menyangka dirinya positif Covid-19.

Baca juga: Raffi Ahmad Pesta Tanpa Masker Usai Vaksinasi, Sherina Munaf hingga Ernest Prakasa Kritik Pedas

"Alhamdullilah, Innalillahi waa innailaihi rojiun. Subhanaloh. Nggak nyangka, padahal sering swab, sudah berkali-kali dan selalu negatif," kata Syekh Ali Jaber lewat video yang diunggah di akun Instagram @yayasan.syekhalijaber

Ia pun mengungkap kronologi dirinya dinyatakan positif Covid-19.

Beberapa hari sebelum dinyatakan positif Covid-19, Syekh Ali Jaber mengalami demam dan batuk.

Namun, ia menganggap saat itu hanya demam biasa.

"Saya minum obat untuk mengurangi panas, kemudian obat batuk. Saya juga minum madu dan lain sebagainya," katanya.

Kemudian, ia pun diminta untuk melakukan swab test kembali.

"Tapi Subhanallah, Qadarullah saya disuruh swab lagi. Saya tidak merasa sama sekali akan positif."

"Maka saya diswab saja, datang ke rumah, kemudian ternyata hasilnya positif," katanya. (TRIBUNJAKARTA NIA/TRIBUNNEWS SRI JULIATI/TRIBUNNEWSWIKI)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul:Profil Syekh Ali Jaber yang Terpapar Covid-19, Sempat Jadi Korban Penusukan Saat Isi Pengajian

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved