Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Warga Tangerang yang Sudah Divaksin Covid-19 Tak Boleh Donor Darah Sampai 3 Bulan

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang mengimbau warganya untuk donor darah sebelum divaksin Covid-19.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
DPA/ILIYA PITALEV via DW INDONESIA
Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang mengimbau warganya untuk donor darah sebelum divaksin Covid-19.

Pasalnya, masyarakat yang sudah divaksin Covid-19, darahnya sudah bercampur dengan Sinovac dan proses pencairan vaksin di dalam tubuh memakan waktu yang cukup lama.

Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang, Ade Kurniawan menjelaskan, warga yang sudah menerima vaksin tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya.

"Jadi orang yang sudah  divaksin dan kembali mau mendonor darah itu maksimal tiga bulan," terang Ade, Jumat (15/1/2021).

Ade menuturkan pihaknya mengantisipasi kekurangan darah di PMI Kota Tangerang agar selalu terpenuhi kapasitasnya dengan mengejar para pendonor.

Selain itu, PMI Kota Tangerang juga akan melakukan edukasi ke warga Kota Tangerang terkait peraturan tidak diperbolehkan donor darah tersebut.

"Jadi kami terus memberi informasi kepada masyarakat agar mau donor darah dengan menyebarkan flyer dan selalu update di Instagram kami, kami juga akan memperbarui syarat pendonor darah," ungkap Ade.

Ade mengaku kebutuhan darah di PMI Kota Tangerang sangat tinggi.

Di satu sisi, calon pendonor darah yang ada sangat sedikit.

"Sebelum Kota Tangerang masuk jadwal vaksinasi, kami gencarkan program donor darah kami," sambung dia.

untuk mendonorkan darahnya. Ia mengatakan, virus covid-19 tidak menular melalui darah atau pun kegiatan donor darah.

"Hampir 90 persen ya penurunan pendonor. Edukasi dibutuhkan kepada pendonor darah dan masyarakat bahwa donor darah aman," ucap dia.

Sementara, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Tangerang, David Sidabutar mengatakan stok darah di Kota Tangerang semakin menipis.

Pasalnya, penurunan stok darah ini lantaran warga takut keluar rumah untuk mendonorkan darahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved