Breaking News:

Siap-siap, Bima Arya Segera Berikan Sanksi Tegas ke RS UMMI Bogor: Imbas Kasus Rizieq Shihab

RS UMMI Bogor siap-siap menerima sanksi dari Wali Kota Bogor Bima Arya, imbas dari kasus dugaan merintangi hasil swab Covid-19 Rizieq Shihab.

Editor: Wahyu Septiana
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya. RS UMMI Bogor siap-siap menerima sanksi dari Wali Kota Bogor Bima Arya, imbas dari kasus dugaan merintangi hasil swab Covid-19 Rizieq Shihab. 

TRIBUNJAKARTA.COM, - RS UMMI Bogor siap-siap menerima sanksi dari Wali Kota Bogor Bima Arya.

Imbas dari kasus dugaan merintangi tugas Satgas Covid-19 soal informasi hasil swab test Covid-19 Muhammad Rizieq Shihab

Menurut Bima, sanksi itu sekaligus menjadi pelajaran bagi rumah sakit agar kooperatif dengan pemerintah kota dan Satgas Covid-19.

"Tentunya ini menjadi pertimbangan bagi satgas untuk memberikan sanksi. Ini pelajaran bagi seluruh RS untuk betul-betul kooperatif dengan satgas dengan pemerintah kota" kata Bima di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (18/1/2021).

Lebih lanjut, ia menyampaikan Satgas Covid-19 Bogor hanya bertugas untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Ia juga membantah adanya unsur politik di balik kasus tersebut.

"Bagi kami ini pembelajaran utamanya bagi RS agar koperatif. Artinya satgas itu bukan kepo, satgas itu tidak berlebihan, kita melakukan apa yang harus kita lakukan. Ini bukan persoalan politik bukan persoalan apapun. Persoalan protokol kesehatan yang harus dipatuhi," jelas dia.

Baca juga: Ada Relief Bersejarah di Gedung Sarinah, Tim Ahli Cagar Budaya Ungkap Beberapa Kerusakan

Baca juga: Rekan Dikeroyok di Kebayoran Lama, Puluhan Driver Ojol Datangi Tempat Ini, Buru Pengendara Fortuner

Namun demikian, Bima mengaku masih belum menentukan ihwal sanksi yang akan diberikan kepada RS UMMI Bogor.

Sebaliknya, pihaknya memastikan pemerintah akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Bentuk sanksinya apa masih kita dalami. Sanksinya pasti sesuai aturan. Jadi jangan lagi diperdebatkan tentang kewenangan ketua satgas, tidak. Semua sudah sesuai aturan."

"Buktinya apa ini kan Covid terus naik kita melakukan itu untuk mencegah penularan covid kalau RS nggak kooperatif bagaimana kita bisa memutus rantai penularan itu point utamanya," ujar Bima Arya.

Baca juga: Heran Wajahnya Disebut Pucat, Wali Kota Airin Perlihatkan Ini 4 Hari setelah Terima Vaksin Covid-19

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved