Penangkapan Sindikat Pemalsu Surat Sehat

Bertambah Lagi, Tersangka Pemalsu Surat Bebas Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta Jadi 16 Orang

Tersangka kasus pemalsuan surat sehat bebas Covid-19 untuk penumpang di Bandara Soekarno-Hatta bertambah menjadi 16 orang.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Polresta Bandara Soekarno-Hatta saat melakukan ungkap rilis soal sindikat pemalsu surat sehat berupa antigen dan swab PCR di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/1/2021). Tersangka kasus pemalsuan surat sehat bebas Covid-19 untuk penumpang di Bandara Soekarno-Hatta bertambah menjadi 16 orang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Tersangka kasus pemalsuan surat sehat bebas Covid-19 untuk penumpang di Bandara Soekarno-Hatta bertambah.

Sebelummya, Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil membekuk 15 orang sindikat pemalsuan surat bebas Covid-19 berupa rapid test antigen dan Swab PCR.

Ke-15 orang tersebut berinisial MHJ, M, ZAP, DS, U alias B, AA, U, YS, SB, S, IS, CY, RAS, dan PA.

Namun, Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander Yurikho mengatakan pihaknya kembali menangkap satu orang anggota sindikat di atas.

"Kami tangkap satu orang lagi berinisial H, tersangkanya jadi 16 orang," kata Alexander saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Rabu (20/1/2021).

Peran H sendiri, terang Alexander, membuat dan memperjualbelikan surat sehat bebas Covid-19 palsu kepada penumpang Bandara Soekarno-Hatta.

"Masih diselidiki lagi, masih berlanjut," sambung Alexander.

Baca juga: Polisi Rampungkan Gelar Perkara Kasus Raffi Ahmad Hadiri Pesta, Hasilnya Dibeberkan Besok

Diberitakan sebelumnya, sindikat pemalsu surat sehat bebas Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta menawarkan jasanya secara langsung kepada para penumpang pesawat terbang.

Tidak menggunakan cara lama seperti melalui media sosial, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan kalau komplotan tersebut menawarkan secara langsung.

"Beda sama kasus yang kami ungkap di Polda tiga orang itu menawarkan lewat media sosial, tapi ditawarkan langsung dan ada yang berperan cari pelanggan," terang Yusri di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Harga Daging Sapi Melonjak Tinggi, Pedagang di Palmeriam Pilih Mogok Massal

Sebab, 15 tersangka yang diamankan semuanya pernah dan memang masih aktif bekerja di Bandara Soekarno-Hatta.

Jadi, lanjut Yusri, mereka menawarkan secara langsung kepada penumpang yang sedang antre untuk melakukan rapid test antigen atau swab test PCR.

"Jadi mereka itu nongkrong nungguin calon penumpang yang antre mau tes Covid-19. Nanti ditawarkan satu-satu," kata Yusri.

Seperti diketahui, pada akhir tahun 2020 pertumbuhan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta cukup bertambah secara drastis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved