Penangkapan Sindikat Pemalsu Surat Sehat
Bertambah Lagi, Tersangka Pemalsu Surat Bebas Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta Jadi 16 Orang
Tersangka kasus pemalsuan surat sehat bebas Covid-19 untuk penumpang di Bandara Soekarno-Hatta bertambah menjadi 16 orang.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Tersangka kasus pemalsuan surat sehat bebas Covid-19 untuk penumpang di Bandara Soekarno-Hatta bertambah.
Sebelummya, Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil membekuk 15 orang sindikat pemalsuan surat bebas Covid-19 berupa rapid test antigen dan Swab PCR.
Ke-15 orang tersebut berinisial MHJ, M, ZAP, DS, U alias B, AA, U, YS, SB, S, IS, CY, RAS, dan PA.
Namun, Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander Yurikho mengatakan pihaknya kembali menangkap satu orang anggota sindikat di atas.
"Kami tangkap satu orang lagi berinisial H, tersangkanya jadi 16 orang," kata Alexander saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Rabu (20/1/2021).
Peran H sendiri, terang Alexander, membuat dan memperjualbelikan surat sehat bebas Covid-19 palsu kepada penumpang Bandara Soekarno-Hatta.
"Masih diselidiki lagi, masih berlanjut," sambung Alexander.
Baca juga: Polisi Rampungkan Gelar Perkara Kasus Raffi Ahmad Hadiri Pesta, Hasilnya Dibeberkan Besok
Diberitakan sebelumnya, sindikat pemalsu surat sehat bebas Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta menawarkan jasanya secara langsung kepada para penumpang pesawat terbang.
Tidak menggunakan cara lama seperti melalui media sosial, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan kalau komplotan tersebut menawarkan secara langsung.
"Beda sama kasus yang kami ungkap di Polda tiga orang itu menawarkan lewat media sosial, tapi ditawarkan langsung dan ada yang berperan cari pelanggan," terang Yusri di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/1/2021).
Baca juga: Harga Daging Sapi Melonjak Tinggi, Pedagang di Palmeriam Pilih Mogok Massal
Sebab, 15 tersangka yang diamankan semuanya pernah dan memang masih aktif bekerja di Bandara Soekarno-Hatta.
Jadi, lanjut Yusri, mereka menawarkan secara langsung kepada penumpang yang sedang antre untuk melakukan rapid test antigen atau swab test PCR.
"Jadi mereka itu nongkrong nungguin calon penumpang yang antre mau tes Covid-19. Nanti ditawarkan satu-satu," kata Yusri.
Seperti diketahui, pada akhir tahun 2020 pertumbuhan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta cukup bertambah secara drastis.