Seorang Anak Nyaris Membunuh Ibu Kandungnya, Hanya Dipicu Persoalan Sepele
Masana memegang sebilah pisau dan hendak melakukan penikaman pada ibunya, Waginem Ginting yang sudah paruh baya.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Masana Sembiring (25), warga Dusun C III A Desa Pir ADB Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Sumatera Utara nyaris menghilangkan nyawa ibunya menggunakan sebilah pisau.
Masana memegang sebilah pisau dan hendak melakukan penikaman pada ibunya, Waginem Ginting yang sudah paruh baya.
Beruntung Nanda Puspita Sari, istri pelaku sempat menahan dan menghalangi niat Masana Sembiring dalam upaya atau ancaman pembunuhan.
Keributan antar keluarga ini akhirnya berujung laporan Waginem Ginting ke Polsek Besitang.
Di Polsek Besitang, Waginem melaporkan, bahwa dirinya mendengar suara keributan dan gaduh di rumah terlapor (anaknya).
Sebagai bentuk perhatian ibu, Waginem pun datang menuju rumah anaknya.
Ia melihat anaknya Masana Sembiring sedang merusaki kaca jendela dengan helm, hingga suasana menjadi gaduh.
Waginem pun mencoba mendatangi menantunya, Nanda Puspita Sari untuk menanyakan apa yang sedang terjadi sebenarnya.
Belum sempat Nanda Puspita sari menjawab, pelaku Masana Sembiring emosi ke ibunya.
"Terlapor yang tadinya duduk di samping tempat tidur berkata jangan ikut campur urusan saya, nanti kamu saya bunuh.
Baca juga: Perkara Tanah Warisan, Nenek 87 Tahun Digugat Anak Kandung
Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu Gelar Tabur Bunga di Lokasi Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
Sambil mengambil pisau yang ada disampingnya dan berjalan mendatangi pelapor," ungkap Kapolsek Besitang, AKP A Harahap, Jumat (22/1/2021).
Lanjut Kapolsek, terlapor hendak melakukan penganiayaan ataupun penikaman.
Namun hal tersebut tidak sempat dilakukan Masana Sembiring dikarenakan dihalangi oleh saksi, Nanda Puspita Sari.
Kemudian karena merasa ketakutan, pelapor pun pergi meninggalkan kediaman anaknya dan menantunya.
Pelapor merasa terancam dan tidak nyaman, selanjutnya melaporkan ke Polsek Besitang.