Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

6.114 Kasus Klaster Keluarga Penularan Covid-19 Terjadi di Kota Bekasi

Sebaran Covid-19 di Kota Bekasi masih didominasi kasus klaster keluarga, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes)

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Sebaran Covid-19 di Kota Bekasi masih didominasi kasus klaster keluarga, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes), secara kumulatif sudah ada 6.114 kasus hingga saat ini.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Dezy Syukrawati mengatakan, kasus kumulatif klaster keluarga dihimpun sejak Maret 2020 hingga saat ini.

"Masih (mendominasi klaster keluarga), karena memang beberapa kegiatan keluarga itu ternyata dalam posisi penularannya di klaster keluarga itu sendiri," kata Dezy saat dikonfirmasi, Rabu (27/1/2021).

Dezy menjelaskan, hingga 15 Januari 2021 saja, pihaknya mencatat ada 606 klaster keluarga yang aktif di Kota Bekasi.

"Klaster keluarga posisi yang lumayan besar, ada 6.114 kasus, di mana pada saat minggu kemarin saja yang aktif 606 klaster keluarga pada 15 Januari. Nah ini yang menjadi PR kita," ucapnya.

Cegah Penyelundupan Narkoba, Lapas Salemba Akan Diperketat

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Km, Hujan Abu Terasa Hingga Kabupaten Boyolali

Dia memastikan, Satgas Covid-19 Kota Bekasi hingga saat ini masih berupaya melakukan tracing kontak di tingkat lingkungan tempat tinggal warga terkonfirmasi positif.

"Karena kota ini membuat kebijakan. Jadi setiap ada kasus dilakukan tindak lanjut oleh layanan kesehatan. Jika masyarakat mandiri itu memungkinkan. Tapi yang utama yang layanan kesehatan," tegasnya.

Berdasarkan data di situs corona.bekasikota.go.id, sebaran kasus kumulatif Covid-19 di Kota Bekasi hingga Rabu (27/1/2021), sebanyak 22.498 terkonfirmasi.

Dari total kasus kumulatif tersebut, 19.874 kasus dinyatakan sembuh, 2269 kasus aktif atau masih dalam perawatan dan 355 kasus meninggal dunia. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved