Breaking News:

Viral Aksi Pencopetan di Angkot, Warga Mulai Resah dan Khawatir

Viral video amatir aksi pencopetan di Flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, sejumlah pengguna angkutan umum mulai resah dan khawatir

Kompas
Ilustrasi copet 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Viral video amatir aksi pencopetan di Flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, sejumlah pengguna angkutan umum mulai resah dan khawatir.

Baru-baru ini, aksi kawanan pencopet berhasil direkam oleh kamera satu diantara warga dan kemudian diunggah di Instagram @warung_jurnalis.

Dalam video berdurasi 1.55 menit itu memperlihatkan pelaku pencopetan yang berjumlah lebih dari satu orang berusaha mendekati korbannya.

Memanfaatkan suasana pulang kerja, pelaku memepet korbannya dari belakang.

Alhasil, hal ini menimbulkan keresahan dari sejumlah pengguna angkutan umum.

Guntur misalnya. Ia yang tinggal di kawasan Pondok Gede memang kerap menggunakan angkutan umum ketika berpergian.

Wali Kota Bekasi Sebut Pembangunan Kawasan Grand Kota Bintang Berizin

Suami Istri Mengaku Eks Menantu Mantan Kapolri Timur Pradopo, Tipu Korban hingga Rp 39,5 Miliar

Melihat Lebih Dekat Giant Pasific Octopus di JAQS, Hewan Pintar yang Punya 9 Otak

Meski sesekali membawa sepeda motor, ia mengaku merasa resah atas aksi pencopetan.

"Ya meresahkan. Meskipun saya laki-laki tapi tak menutup kemungkinan untuk menjadi korban pencopetan juga. Makanya kalau di rumah ada motor, lebih pilih gunakan motor," jelasnya di Jakarta Timur, Rabu (27/1/2021).

Senada, Fitri, pengguna angkutan umum lainnya pun demikian.

Meski belum pernah menjadi korban pencopetan, ia tetap was-was ketika pergi kerja menggunakan angkutan umum, apalagi di tengah pandemi.

"Khawatir dan resah ya pasti. Saya kerja di Jakarta Pusat naik angkot. Untungnya sekarang 75 persen wfh jadi enggak tiap hari ke kantor. Tapi justru sekarang lebih was-was karena kan di angkot enggak seramai dulu. Jadi semoga pihak kepolisian bisa menangkap pencopet yang memang viral di medsos ataupun berdasarkan aduan warga, supaya kita tenang," jelasnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved