Breaking News:

Lulusan SMA Ini 2 Tahun Jadi Muncikari: Pusing Cari Kerja, Ayah Nganggur, untuk Biayai Adik Sekolah

RAMA (19) menjadi muncikari karena tidak memiliki pekerjaan. Rama lulus dari SMA tahun 2018.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Rama (19), muncikari yang jajakan PSK di bawah umur, saat memberikan keterangan di Mapolsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021) malam 

Dari si pelanggan, Rama akan mendapatkan keuntungan sekitar Rp 1,2 juta hingga Rp 2 juta.

Uang tersebut, selama dua tahun terakhir, digunakan Rama untuk memenuhi biaya hidup keluarganya.

"Ya buat memenuhi kebutuhan di rumah aja," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, dalam kasus yang ditangani Polsek Tanjung Priok, muncikari Rama dan keempat PSK di bawah umur diamankan dari salah satu hotel di wilayah Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (25/1/2021) malam lalu.

Usai diperiksa, keempat PSK diserahkan ke LPAI untuk mendapatkan pemulihan.

Sementara itu, Rama si muncikari dijerat pasal 88 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak juncto pasal 2 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

Biaya Sekolah Adik

Konferensi pers di Mapolsek Tanjung Priok terkait ungkap kasus praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur, Rabu (17/1/2021).
Konferensi pers di Mapolsek Tanjung Priok terkait ungkap kasus praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur, Rabu (17/1/2021). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Rama mengaku menjadi muncikari karena kebutuhan ekonomi.

Menurut pengakuannya, uang hasil bisnis lendir ini digunakan untuk biaya sekolah adiknya hingga membayar uang kontrakan.

"Uangnya buat bayarin sekolah adik. Adik saya masih SMP di Citayam," kata Rama di Mapolsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021) malam.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved