Sindikat Curanmor di Jakarta Utara: Beli Dua Pucuk Senjata Api Seharga Rp 4 Juta dari Lampung
Sindikat curanmor yang ditangkap polisi membekali diri mereka dengan senjata api. 2 senjata api yang ada dibeli dari Lampung seharga Rp4 juta
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Sindikat curanmor yang ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Utara membekali diri mereka dengan senjata api.
Ada dua senjata api rakitan yang selalu dibawa kelompok ini ketika mereka beraksi di sekitaran Jakarta Utara.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan, dua pucuk senjata api rakitan tersebut didapatkan para pelaku dari seseorang di Lampung.
"Mereka beli senjata ini lengkap di Lampung beserta amunisinya," kata Guruh di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis (28/1/2021).
Dua senjata api tersebut dibeli seharga Rp 4 juta.
Satu senjata rakitan tampak bergagang hitam, sementara yang lainnya bergagang coklat.
Guruh menuturkan, selama sekitar enam bulan beraksi, sindikat ini belum pernah melukai korbannya.
Mereka hanya akan melepas tembakkan peringatan apabila aksinya dipergoki.
• Terduga Pelaku Penyerangan Imam Masjid di Depok Ditangkap:Sempat Acungkan Pisau, Alami Gangguan Jiwa
• Ngaku Butuh Kepuasan Batin, Istri Muda Cabuli Anak Kandung Demi dapat Sentuhan Suami
"Menurut pengakuan si tersangka ini, korban belum ada yang luka kejadian untuk menembak," kata Guruh.
Adapun empat pelaku yang sudah ditangkap masing-masing berinisial IS (38), RR (40), FA (29), dan AU (34).
Sindikat ini dikepalai oleh IS sebagai otak curanmor.
Kemudian, RR berperan sebagai pemilik dua senjata api rakitan yang selalu dibawa saat beraksi.
Selanjutnya FA dan AU berperan sebagai orang yang membawa kabur motor curian dari TKP.
• Baru Jadi Kapolri, Listyo Sigit Langsung Ingin Rekrut Santri Madrasah dan Pesantren Jadi Polisi
Ada satu pelaku lagi berinisial SF yang berperan sebagai eksekutor dan saat ini masuk DPO.