Sindikat Curanmor di Jakarta Utara: Beli Dua Pucuk Senjata Api Seharga Rp 4 Juta dari Lampung
Sindikat curanmor yang ditangkap polisi membekali diri mereka dengan senjata api. 2 senjata api yang ada dibeli dari Lampung seharga Rp4 juta
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
Para pelaku ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara pada Selasa (26/1/2021) lalu.
IS ditangkap di daerah Lampung, sementara tiga lainnya di sekitaran Jakarta.
Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti dua unit sepeda motor hasil curian, dua pucuk senjata api racikan beserta pelurunya, serta kunci letter T yang digunakan saat beraksi.
Atas perbuatannya, keempat pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan Pasal 1 ayat 2 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
• Terkuak, Identitas Pelaku Penyerang Imam Masjid Disebut Gangguan Jiwa Sepulang Kuliah di Jepang
Gasak 5 Motor
Sindikat pelaku curanmor yang diringkus aparat Polres Metro Jakarta Utara sudah beraksi sejak bulan Juli 2020 lalu.
Keempat orang pelaku sudah memiliki pengalaman dalam hal curanmor dan bisa menggasak lebih dari satu motor dalam sehari.
"Para pelaku dalam sehari melakukan pencurian bisa mengambil 3 sampai dengan 5 unit sepeda motor," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan di kantornya, Kamis (28/1/2021).
Dalam kejadian 19 November 2020 lalu, sindikat ini berhasil menggasak empat unit motor dari sebuah indekos di Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Keempat motor tersebut meliputi Honda CBR, Honda Scoopy, Suzuki Satria FU, dan KTM.

Aksi mereka pada saat itu sempat terekam CCTV dari indekos tersebut dan viral di media sosial.
Adapun empat pelaku yang sudah ditangkap masing-masing berinisial IS (38), RR (40), FA (29), dan AU (34).
• Baca Manga One Piece Chapter 1002: Kaido dan Big Mom Kaget Lihat Kemampuan Monkey D Luffy
• Ngaku Punya Jaringan di Bank Dunia, Pria Ini Ternyata Polisi Gadungan: Tipu Korban Rp140 Juta
Sindikat ini dikepalai oleh IS sebagai otak curanmor.
Kemudian, RR berperan sebagai pemilik dua senjata api rakitan yang selalu dibawa saat beraksi.
Selanjutnya FA dan AU berperan sebagai orang yang membawa kabur motor curian dari TKP.