Sisi Lain Metropolitan

Kisah Berdirinya Kafe New Memories di Jalan Jaksa: Berawal dari Garasi Rumah

Kejayaan kafe New Memories kala itu berawal dari sebuah garasi rumah nomor 17 milik Haji Helmi.

Tayang:
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana sepi di Kafe New Memories di Jalan Jaksa, Kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Senin (1/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON SIRIH - Kafe New Memories merupakan kafe pertama di Jalan Jaksa, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Kafe ini menjadi tempat favorit para backpackers berkumpul sambil menenggak bir murah.

Kejayaan kafe New Memories kala itu berawal dari sebuah garasi rumah nomor 17 milik Haji Helmi.

Saya sempat berbincang dengan Haji Helmi di salah satu sudut Kafe New Memories.

Rambut dan kumis pria berusia 64 tahun itu kini sudah memutih. Tampak goresan-goresan halus di raut wajahnya. Sembari merokok, ia pun bercerita bahwa kafe ini dulunya bermula dari sebuah garasi rumah.

Ia membuka kafe dengan bermodalkan hanya 6 buah meja sekira tahun 1978.

Pria yang memiliki darah minang itu melihat peluang bisnis di dekat rumahnya. Kala itu, ia melihat banyak turis yang berseliweran di Jalan Jaksa tetapi belum ada tempat untuk makan ataupun sekadar nongkrong. 

Tak hanya makanan, ia juga menjual berbagai macam jenis bir bagi mereka.

"Karena saya melihat turis banyak tapi enggak ada yang buat makan. Buat sarapan pagi, ngopi, makan siang atau malem. Akhirnya kita buka. Ternyata meledak waktu itu," kenangnya kepada TribunJakarta.com pada Senin (1/1/2021).

Awalnya, cerita Helmi, kafe sederhananya itu sering didatangi oleh kaum hippies.

Lambat laun, makin banyak turis asing yang datang menyambangi garasi rumahnya itu.

Selain membuka kafe, Helmi juga menyediakan penginapan untuk para turis asing yang datang. Harga sewa kamarnya murah bagi para turis yang berkantong tipis.

Penginapannya pun kala itu ramai lantaran belum banyaknya hotel dan hostel di Jakarta.

Sekira tahun 1980, ia melebarkan kafe di garasi rumahnya menjadi lebih besar. Ia bangun kafenya menjadi dua lantai. Usahanya buka selama 24 jam. Para turis kerapkali memenuhi ruangan kafe.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved