Banjir Setinggi 1,5 Meter di Teluk Pucung Bekasi Utara, Keluarga Opung Menolak Dievakuasi
Ratusan warga terdampak akibat banjir limpasan Kali Bekasi ini, mereka terbagi atas dua RT yakni, RT06 dan RT07 RW02 Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
"Enggak (mau dievakuasi), enggak apa-apa di sini aja (lantai dua rumah)," kata seorang anggota keluarga Opung di Teluk Pucung.
Dia mengatakan, stok logistik sudah disiapkan berupa mi instan dan telur. Mereka merasa kebutuhan pangan tetap cukup dan berharap banjir segera surut.
"Sudah siapin mi sama telur," terangnya.
Adapun banjir di perkampungan Teluk Pucung ini kerap terjadi, tahun 2021 ini merupakan yang pertama terjadi setelah terakhir banjir menerjang pada November 2020.
Paiman menjelaskan, banjir paling parah terjadi pada awal tahun 2020 setinggi empat meter. Biasanya, air akan surut cukup lama bisa sampai 12 jam.
"Di sini surut cukup lama tergantung Kali Bekasi, kalau Kali Bekasi belum surut banjirnya di rumah warga enggak bakal surut, ini kira-kira besok dzuhur baru surut atau 12 jam lah kira-kira," tuturnya.