Hapus Program Warisan Jokowi, Anies Baswedan Tak Lagi Gunakan Normalisasi untuk Atasi Banjir
Anies Baswedan menghapus program normalisasi dalam draf perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta/Bima Putra
Bantaran Sungai Ciliwung yang terdampak normalisasi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (1/9/2019). Anies Baswedan menghapus program normalisasi dalam draf perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022.
Program pengendali banjir ini makin getol dilakukan Pemprov DKI di era kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.
Namun, pada 2018 lalu program normalisasi Sungai Ciliwung mendadak terhenti.
Pasalnya, Pemprov DKI di bawah kendali Anies minim melakukan pembebasan lahan sehingga normalisasi sukar dilakukan.
• Cek Teaser Fast and Furious 9, Segera Tayang Mei 2021: Karakter Han Kembali, Perseteruan Dom & Jacob
Di sisi lain, BBWSC juga tak menganggarkan normalisasi sungai dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2018-2019.
BBWSC beralasan, normalisasi tak dianggarkan lantaran Pemprov DKI belum melakukan pembebasan lahan di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung.