Eks Wasekjen Sebut KLB Bukan untuk Singkirkan Keluarga Cikeas

Salah satu pendiri Partai Demokrat ini juga membantah tujuan KLB untuk menyingkirkan keluarga Cikeas.

Editor: Muhammad Zulfikar
YouTube/Agus Harimurti Yudhoyono
Salah satu pendiri Partai Demokrat membantah tujuan KLB untuk menyingkirkan keluarga Cikeas. 

Bahkan, ia juga mengungkapkan gaya kepemimpinan AHY penuh intrik namun minus semangat berjuang dan kebersamaan.

Prediksinya, gaya kepemimpinan tersebut justru bisa membuat Partai Demokrat dihukum oleh sistem demokrasi di Indonesia.

"Bayangkan saja, banyak kader bahkan pendiri yang kecewa dengan Partai Demokrat."

"Juga masyarakat umum yang dulu mengidolakan Partai Demokrat sebagai pilihan terbaiknya saat pesta demokrasi, utamanya pada pemilu tahun 2009," ujarnya.

"Jika caranya seperti ini maka tahun 2024 bisa menjadi pemilu terakhir yang diikuti partai Demokrat," tambahnya.

9 Tanaman Hias Pembawa Hoki di Perayaan Tahun Baru Imlek, Ada Pohon Uang hingga Lidah Mertua

Raffi Ahmad Kesal Suaranya Diedit untuk Kebutuhan Kampanye, Aldi Taher: Mau Bilang, Cuma Lupa

Berikut Tinggi Muka Air di Jakarta Hari Ini, Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2

Andi Mallarangeng Benarkan Isu Kudeta Demokrat

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng ikut buka suara soal isu pengambilalihan kekuasaan atau kudeta di tubuh Demokrat.

Ia pun menyinggung Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko menjadi 'dalang' di balik isu kudeta itu.

Namun, upaya yang dilakukan oleh Moeldoko tak berhasil lantaran beberapa kader partai yang ditemui mengadu kepada Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Andi menyebut, beberapa kader yang ditemui oleh mantan Panglima TNI itu awalnya dijanjikan penyaluran bantuan bencana.

"Delapan orang datang ke DPP lapor kepada Ketum. Ketum semalam kami habis ditemui Pak Moeldoko di sebuah hotel di Kuningan. Katanya kita mau dikasih penyaluran bantuan bencana."

"Tapi sampai di Jakarta kemudian yang dibicarakan urusan Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat, yang intinya, Pak Moeldoko siap menjadi Ketum Demokrat."

"Dan sudah mempersiapkan untuk merebut 360 DPC dan DPD lalu kemudian masing-masing dijanjikan uang," ujar Andi, dikutip dari akun Youtube Radio Smart FM, Sabtu (6/2/2021).

Kemudian, pengaduan para kader itu langsung dibuatkan berita acara oleh AHY.

"Tapi kemudian ketahuan, karena pulangnya langsung menghubungi Ketum dan semua kesaksian mereka diberita acarakan."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved