Legenda Barongsai, Kenapa Selalu Ada Warna Merah Dalam Perayaan Imlek?
Di Indonesia, lion dance lebih populer dengan sebutan barongsai yakni tarian tradisional Tiongkok yang menggunakan kostum menyerupai singa.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kemeriahan tahun baru Imlek, selalu diwarnai dengan tarian singa atau lion dance.
Di Indonesia, lion dance lebih populer dengan sebutan barongsai yakni tarian tradisional Tiongkok yang menggunakan kostum menyerupai singa.
Salah satu tim barongsai yang sudah cukup terkenal di Indonesia, adalah barongsai Kong Ha Hong.
• Suami Dibakar Istri di Ciputat Akhirnya Tewas: Sepekan Kritis, Kabar Penangkapan Istri Bikin Drop
Berdiri sejak tahun 1999, barongsai Kong Ha Hong merupakan tim Barongsai berdomisili Jakarta, yang sudah beberapa kali membawa nama Indonesia ke puncak tertinggi dalam berbagai kompetisi barongsai.
Ditemui TribunJakarta.com, tim barongsai Kong Ha Hong sedikit bercerita mengenai legenda barongsai yang hingga saat ini selalu ada dalam perayaan imlek.
"Menurut cerita kepercayaan, zaman dulu itu di Tongkok ada satu makhluk yang sangat besar, namanya Nian," kata Jacky Sjarif, dari Barongsai Kong Ha Hong, Kamis (11/2/2021).
Dikisahkan, menurut legenda Tiongkok zaman dahulu ada makhluk menyeramkan yang wujudnya sangat besar.
Nama makhluk tersebut adalah Nian atau dalam bahasa Cina berarti tahun.
• PROFIL Beiby Putri, Model Majalah Dewasa yang Terjerat Narkoba: Sepi Job Hingga Ditipu Bandar
Dalam mitologi Tionghoa, Nian merupakan sejenis makhluk buas yang hidup di dasar laut atau di gunung dan hanya keluar pada saat musim semi atau setahun sekali.
Nian merupakan makhluk yang ganas. Bahkan, ia akan memangsa apapun yang ada diharapannya.
Seperti hasil panen, padi, sampai binatang dan manusia. Kehadirannya sungguh membuat resah penduduk.

"Dikisahkan, bahwa Nian takut akan api dan bunyi-bunyian," kata Jacky.
Itulah sebabnya saat perayaan Imlek warga Tiongkok menggunakan busana merah dan membakar petasan.
Warna merah, sebagai simbol warna panas yang menandakan api, sementara bunyi bising petasan digunakan untuk menakut-nakuti Nian.
"Dari situ dibuatlah semacam makhluk tandingan untuk menakut-nakuti Nian ini. Dibuatlah barongsai dengan warna merah, dan bunyi tabuh yang kencang," kata dia bercerita.
Sejarah Barongsai Kong Ha Hong Yang Dibentuk Saat Hari Kemerdekaan Indonesia
Kong Ha Hong Lion Dance Troupe atau yang biasa disebut dengan tim barongsai Kong Ha Hong adalah tim barongsai yang sudah cukup dikenal di Indonesia.
Berdomisili di Jakarta, Kong Ha Hong sudah beberapa kali membawa nama Indonesia ke puncak tertinggi di dunia Barongsai.
• Hari Raya Imlek Tahun Ini Tiada Barongsai, Umat: Ini Demi Mencegah Covid-19
Sedikitnya, tim ini sukses meraih gelar juara dunia sebanyak 5 kali.
Di antaranya pada kompetisi di Guang Zhao-China tahun 2009, Living World Tangerang-Indonesia tahun 2014, di Beijing-China tahun 2015, Living World Tangerang-Indonesia tahun 2017, dan Guang Xi-China tahun 2019.
Jacky bercerita, bahwa Barongsai Kong Ha Hong berdiri pada saat hari kemerdekaan Indonesia.
Tepatnya anggal 17 Agustus tahun 1999.
"Itu adalah show pertama kita. Ada suatu komplek perumahan di Jakarta Utara, tahun 1998, kala itu kan zaman penjarahan, di sana termaksud yang paling parah. Di sana, panggil barongsai karena dia percaya barongsai bisa mengusir roh jahat," kata Jacky.
• PPKM Mikro, Pemkot Tangsel Mulai Petakan Zonasi Risiko Paparan Covid-19 di 2.900 Lebih RT
"Pada saat itu barongsai belum menjadi sesuatu yang umum. Harus melalui izin yang rumit sekali. Akhirnya kita tentukan di tanggal 17 Agustus kita pilh, itu hari kemerdekaan Indonesia, kita merayakan hari kemerdekaan dengan barongsai ini," imbuhnya bercerita.
Meski dikenal sebagai sebuah kesenian dan kebudayaan asal Tiongkok, Kong Ha Hong tak pandang bulu dalam merekrut anggota tim nya.
Berbagai suku, ras, dan agama dipersatukan tanpa memandang latar belakang keturunannya.
Bahkan, siapa saja dapat berlatih dan bergabung bersama tim Kong Ha Hong secara gratis tanpa dipungut biaya.
• Detik-Detik Sopir Truk Bersimbah Darah Seberangi Jalan Cakung Cilincing, Terekam CCTV Sebelum Tewas
"Asalkan dia niat, rajin, dan suka barongsai, silahkan. Kita gak pungut biaya sepeserpun," kata Jacky.