2 Pilihan untuk Kompol Yuni, Ini Daftar Kapolsek Bernasib Buruk yang Tersandung Narkoba
Kompol Yuni Purwanti dihadapkan pada pilihan atas penyalahgunaan narkoba yang dialaminya. Selain dia, ada sederet Kapolsek lain yang bernasib sama.
Seperti diketahui, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jabar menangkap belasan anggota polisi di Polsek Astana Anyar yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba.

Dofiri mengatakan, awal mula terungkapnya kasus in saat salah satu anggota terindikasi mengonsumsi narkoba.
Propam Polda Jabar kemudian melakukan penelusuran hingga akhirnya menemukan keterlibatan anggota lainnya, termasuk keterlibatan Kapolsek Astana Anyar.
"Jadi dua pilihannya tadi, dipecat atau dipidanakan. Jadi sangat jelas sekali tindakan kita terhadap anggota yang melakukan pelanggaran tadi. Bisa juga dua-duanya, tergantung kesalahannya nanti ya, kita lihat," ucap Dofiri.
Dofiri mengatakan, masih banyak anggota polisi yang taat pada hukum dan bersikap profesional.
Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi anggota Polri yang lain.
Kapolsek Bernasib Sama
Ditangkapnya Kompol Yuni yang merupakan kapolsek terlibat narkoba bukanlah kali pertama terjadi.
Jauh sebelum Kompol Yuni sudah ada beberapa kapolsek bernasib sama yang harus berurusan dengan hukum karena terciduk konsumsi narkoba.
Berikut TribunJakarta.com merangkum sejumlah kapolsek yang pernah terlibat narkoba.
Kapolsek Bogor Utara
Pada 2008, Kapolsek Bogor Utara, Ajun Komisaris Endang Rudianes ditangkap di ruang kerjanya pada Jumat 25 April malam.
Saat itu, Kapolsek tengah bersama dua rekannya yang merupakan seorang pria dan wanita.
Barang bukti sabu ditemukan dalam penangkapan itu.
Awalnya, Rudianes pergi ke sebuah tempat hiburan malam di Jalan Siliwangi, Kecamatan Bogor Timur.
Di sana, Rudianes diduga mengkonsumsi sabu.
Baca juga: Sanksi Pidana dan Lembaga Tak Cukup, Polri Diminta Lakukan Ini ke Kapolsek Astana Anyar:Dampak Buruk
Baca juga: Kapolsek Astana Anyar dan 11 Polisi Digerebek Propam: Ada yang Positif Narkoba