Daftar Kasus Narkoba yang Diusut Kompol Yuni, Prestasinya Luntur karena Terlibat Pesta Sabu

Sederet prestasi pengungkapan kasus narkoba yang pernah diraih Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi luntur karena Kapolsek Astanaanyar ini terjerat sabu.

Editor: Elga H Putra
YOUTUBE/HUMAS POLRESTABES BANDUNG
Kapolsek Astanaanyar Bandung diamankan Propam Mabes Polri dan Polda Jabar terkait narkoba. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sederet prestasi pengungkapan kasus narkoba yang pernah diraih Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi luntur karena Kapolsek Astanaanyar ini terjerat sabu.

Sebelum diciduk Propam Polda Jawa Barat karena terlibat pesta sabu, Kompol Yuni dikenal sebagai sosok polwan beprestasi.

Kompol Yuni dalam karir kepolisiannya lama bergelut di bidang pemberantasan narkoba.

Sejumlah kasus narkoba jumlah besar pernah diungkap polwan lulusan tahun 1989 ini.

Dia pernah menjabat sebagai Kasat Narkoba, salah satunya di Polres Bogor, Jawa Barat.

Kasus narkoba besar yang pernah diungkap Kompol Yuni Purwanti adalah peredaran kokain di Bogor.

Baca juga: Terancam Dipecat, Terkuak Kekayaan Kapolsek Astana Anyar yang Positif Narkoba: Utang Ratusan Juta

Diketahui, kokain merupakan salah satu jenis narkoba kelas satu.

Kala itu, Kompol Yuni Purwanti menjabat sebagai Kanit 3 Sub Dit 2 Dit Narkoba Polda Jabar.

Bersama sejumlah personel jajaran Polda Jabar, dia berhasil menangkap dua orang pelaku yang membawa narkotika jenis kokaina atau kokain di Kabupaten Bogor, Sabtu (30/3/2019).

Kompol Yuni mengatakan, bahwa untuk menangkap kedua pelaku tersebut digunakan metode undercover atau menyamar selama tiga hari dari daerah Cengkareng hingga Kabupaten Bogor.

Baca juga: NASIB Terkini Kapolsek Astana Anyar Tersandung Kasus Sabu, Terkuak Dicintai Warga Karena Sikapnya

Baca juga: Sanksi Pidana dan Lembaga Tak Cukup, Polri Diminta Lakukan Ini ke Kapolsek Astana Anyar:Dampak Buruk

Baca juga: Diandalkan Keluarga, Kompol Yuni Bikin Kecewa Mendiang Ayah dan Terancam Tak Bisa Saingi Prestasinya

"Kami mengintai selama tiga hari dan akhirnya berhasil menangkap dua orang berinisial AS dan YA. Kami membuat janji dengan pelaku untuk membeli kokain tersebut. Kami pancing dengan cara kami sendiri dan mereka sama sekali tidak tahu bahwa kami polisi," kata Kompol Yuni, Selasa (09/4/2019).

Ia kemudian mengatakan kronologis penangkapan yang dilakukan oleh polisi.

Ia menjadi satu-satunya polwan dalam penyamaran tersebut.

Menurutnya, pada 30 Maret 2019, ia dan sejumlah personel lainnya menangkap AS sekira pukul 16.00 WIB di rumah AS yang terletak di Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Dari tangan AS polisi mendapatkan 20 gram kokain.

Kapolsek Astanaanyar Bandung diamankan Propam Mabes Polri dan Polda Jabar terkait narkoba.
Kapolsek Astanaanyar Bandung diamankan Propam Mabes Polri dan Polda Jabar terkait narkoba. (YOUTUBE/HUMAS POLRESTABES BANDUNG)

Yuni dan anggota polisi lainnya kemudian mengembangkan lagi kasus ini.

Mereka akhirnya bisa meringkus YA di dekat sebuah minimarket di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sekira pukul 20.00 WIB.

Harga dari kokain tersebut dikatakan Yuni ialah Rp 50 juta.

Ia mengatakan bahwa kokain merupakan jenis narkotika kelas atas (high class).

Indikasi awalnya, bahwa kokain tersebut akan diedarkan di wilayah Gunung Putri karena banyaknya vila di daerah tersebut.

"Tapi karena ini narkotika kelas atas dan mahal, maka hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengonsumsi. Ternyata di wilayah Jabar ada transaksi kokain, selama ini tidak ada. Kami masih melakukan pengembangan, pengakuan pelaku bahwa barang tersebut berasal dari Jakarta," katanya.

Saat melakukan penangkapan, Yuni mengatakan timnya mendapat perlawanan secara fisik, tapi prinsipnya, mereka tidak ingin targetnya lepas.

"Ya, biasalah, namanya juga orang, ya, tidak mau ditangkap, tapi kami tidak mau melepas target," katanya.

Kepada Tribun beberapa waktu lalu saat masih menjabat sebagai Kapolsek Bojongloa Kidul Kompol Yuni Purwanti mengisahkan beberapa proses penangkapan yang dilakukan.

Misalnya ketika ia menjadi Kasat Reserse Narkoba di Polres Bogor.

Wanita kelahiran Porong, Sidoarjo, 23 Juni 1971 ini kerap kali mengecohkan para incaran pelakunya.

Penampilan yang nyentrik, membuat ibu dua anak ini tidak mudah dikenali, apalagi oleh para pelaku narkoba.

"Aku kan memang pakaiannya seperti ini, pakai kaos, celana levis bolong, sepatu converse," kata dia.

Anak ketiga dari AKBP Sumardi (alm), pensiunan Secapa Polri ini, telah menorehkan prestasi yang cukup baik selama menjabat sebagai Kasat Narkoba.

Sepanjang 2015 saja, Yuni yang masih berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) telah mengungkap 137 kasus, dengan barang bukti 5 ton ganja, 2 kilogram sabu, 25 butir ekstasi, dan 2 gram heroin.

Menurutnya, dengan 30 anggota yang dimilikinya saat ini, sama sekali tidak menghalanginya untuk tetap memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Bogor.

Baca juga: Banjir Dukungan, Ini Kondisi Terbaru Istri Ayus Sabyan Usai Diterpa Isu Perselingkuhan

Baca juga: Kisah Soto Betawi Sambung Nikmat nan Legendaris di Pondok Pinang: Sampai Dikirim ke Mancanegara

Baca juga: Penemuan Mayat di Kebon Pala, Diduga Pemuda yang Lompat dari Flyover Kalibata

"Dibuat enjoy saja, walau tidak pulang, niat kami memberi yang terbaik untuk Polres Bogor, niat tanggung jawab dan keikhlasan bekerja," kata Polwan angkatan 1989 itu.

Walau begitu, sebagai perempuan yang memimpin satuan dan menjaga keluarga, Yuni pun sering berkelahi.

Malah, wanita berparas cantik ini juga sering bertransaksi dengan para bandar narkoba.

"Sering ketemu berdua, pas barangnya sudah dikeluarin langsung kami lakukan penangkapan, sering sekali gontok-gontokan kaya petinju, sampai masuk got malah," ujarnya.

Terancam Tak Bisa Samai Prestasi Ayah

Tak hanya terancam sanksi dan pemecatan, Kompol Yuni Purwanti juga terancam tak bisa menyamai prestasi sang ayah.

Mendiang ayah Kompol Yuni adalah pensiunan perwira menengah Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Sementara Yuni Purwanti saat ini meski sudah di golongan perwira menengah juga namun pangkatnya masih Komisaris Polisi (Kompol).

Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi kini menjabat sebagai Kapolsek Astana Anyar Kota Bandung.
Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi kini menjabat sebagai Kapolsek Astana Anyar Kota Bandung. (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

Artinya dia masih di bawah satu tingkat dengan pangkat terakhir mendiang ayahnya sewaktu berdinas di Polri.

Sang ayah Yuni Purwanti diketahui pernah berdinas di Brimob Polri dan dikenal akan ketegasannya dalam mendidik anak-anaknya.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago menyebutkan hasil tes urine kepada Yuni Purwanti positif narkoba.

"Setelah di tes urine, hasilnya positif," jelasnya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (17/2/2021).

Tak cuma kapolsek, 11 anggota Polsek Astanaanyar turut diamankan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

Erdi menjelaskan, saat ini mereka termasuk Kapolsek Astana Anyar masih menjalani pemeriksaan di Propam Polda Jabar.

Semua yang diamankan tersebut sudah menjalani tes urine.

Menurut Erdi, Polri khususnya Polda Jabar berkomitmen akan bertindak tegas dan keras kepada siapa pun anggota Polri yang melakukan pelanggaran, terutama terkait narkoba.

"Ini masih didalami apakah semua anggota Polsek Astana Anyar atau tidak, tapi anggota mana pun kalau memang terlibat dalam kejahatan narkoba akan ditindak," tegas Erdi.

Apabila terbukti melanggar, Polda Jabar tak segan memberikan hukuman tegas kepada anggota yang melanggar.

"Ancamannya bisa penurunan pangkat hingga pemecatan," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Kompol Yuni Purwanti Bukan Polwan Sembarangan, Punya Prestasi Menterang Hingga Jago Dalam Penyamaran dan di Tribunjakarta.com dengan judul Diandalkan Keluarga, Kompol Yuni Bikin Kecewa Mendiang Ayah dan Terancam Tak Bisa Saingi Prestasinya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved