Gaya Nyentrik Kompol Yuni saat Bertugas, Naik Motor Trail ke Kantor: Punya Keahlian Beladiri Judo

Kompol Yuni sosok wanita yang nyentrik dan dikenal sering memberantas narkoba. Saat bertugas, ia tak segan berangkat ke kantornya pakai motor trail.

Editor: Wahyu Septiana
Twitter rcti
Mantan Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi - Kompol Yuni sosok wanita yang nyentrik dan dikenal sering memberantas narkoba. Saat bertugas, ia tak segan berangkat ke kantornya pakai motor trail. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terlibat kasus narkoba dan telah mencoreng citra kepolisian Indonesia.

Kompol Yuni bersama 11 anggotanya ditangkap Propam Polda Jabar, Selasa (16/2/2021) karena diduga terlibat pesta sabu.

Hasil tes urine kapolsek perempuan berpangkat Kompol itu positif narkoba.

Jauh melihat cerita sebelumnya sebelum terlibat narkoba, Kompol Yuni merupakan sosok wanita yang nyentrik dan dikenal sering memberantas narkoba.

Saat bertugas, ia tak segan berangkat ke kantornya menggunakan sepeda motor trail.

Tak cuma itu, sosok Kompol Yuni dikenal juga memiliki keahlian beladiri Judo.

Sebelum menjadi kapolsek di Bandung, Kompol Yuni Purwanti sempat bertugas di Polres Bogor.

Baca juga: Sifat Asli Jennifer Jill Dibocorkan Ayah Ajun Perwira, Pernah Sindir Narkoba: Beban Bagi Orang Tua

Baca juga: Banjir Warna Putih Seperti Susu di Sunter Jaya Mulai Terkuak, Wakil Wali Kota Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Kota Bekasi Terendam Banjir, Ada 57 Titik di Sejumlah Wilayah yang Tergenang Air

Saat itu Kompol Yuni Purwanti menjabat sebagai Kasat Res Narkoba.

Polwan bernampilan modis dan jauh dari kesan seram ini pun kerap menjadi perhatian publik.

Satu hal menarik lainnya adalah ketika Kompol Yuni Purwanti berangkat ke kantor.

Bukan mobil yang dinaikinya, Wanita kelahiran Porong, Sidoarjo, 23 Juni 1971 lalu itu justru menaiki motor trail.

Seperti apa yang terlihat dalam cuplikan video profilnya di stasiun tv Globaltv yang diunggah pada Mei tahun 2016.

Dalam tayangan tersebut, Kompol Yuni Purwanti sedikit menceritakan tentang dirinya.

Baca juga: Catat 7 Ramuan Tradisional yang Berkhasiat Meredakan Rematik, Tertarik Coba?

Kompol Yuni Purwanti tak menampik jika ia kerap berduel demi membekuk targetnya.

Terlebih ia memiliki keahlian beladiri Judo yang bisa membuat para targetnya kewalahan.

"Kontak fisik sering lah kalo ceuk sunda mah 'pak pik pek'

tapi saya tidak mau target saya hilang, setelah berantem sampai bisa saya bekuk itu satu orang target saya, baru anggota saya datang," ujar Kompol Yuni Purwanti.

Kompol Yuni Purwanti.
Kompol Yuni Purwanti. (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

Selain penampilannya yang terbilang nyentrik, Kompol Yuni Purwanti pun berprestasi dalam hal pemberantasan narkoba.

Berdasarkan catatan TribunnewsBogor.com, sepanjang 2015 saja, Kompol Yuni telah mengungkap 137 kasus, dengan barang bukti 5 ton ganja, 2 kilogram sabu, 25 butir ekstasi, dan 2 gram heroin.

Bahkan, saat akhir masa jabatannya di Polres Bogor, Kompol Yuni berhasil mengungkap 111 kilogram ganja dan sabu-sabu seberat 38,96 gram.

Di sisi lain, Kompol Yuni Purwanti juga dikenal dekat dengan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunnewsBogor.com, masyarakat yang mengetahui sosok Kompol Yuni biasanya akan memanggil dengan sebutan 'bunda'.

Baca juga: Tergiur Bisa Kerja di Pemerintahan, Pria di Palembang Justru Kehilangan Rp 60 Juta

Terlibat narkoba

Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang baru-baru ini terungkap membuat Kompol Yuni Purwanti kembali menuai perhatian.

Dugaan penyalahgunaan narkoba itu menyeret namanya.

Kompol Yuni Purwanti bahkan dikabarkan positif narkoba.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengungkapkan awal terungkapnya kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menyeret nama Kompol Yuni Purwanti.

Erdi menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya memanggil 11 anggota Polri dari Polsek Astana Anyar, termasuk Kapolseknya.

Dari 11 anggota Polri itu, 6 di antaranya termasuk Kompol Yuni Purwanti dinyatakan positif narkoba.

Erdi pun menyebut 11 anggota Polri itu dijemput dari tempat yang berbeda-beda.

Bukan di hotel dan tidak ada pesta narkoba.

Erdi justru mengatakan jika pihaknya tidak mengamankan barang bukti dari kasus dugaan penyalahgunaan narkoba itu.

Dilansir dari YouTube tvonenews, Erdi menjelaskan bahwa terungkapnya kasus itu berawal dari pengembangan kasus sebelumnya.

Direktorat Narkoba Polda Jabar sebelumnya memang menangani satu perkara.

Baca juga: Sampai Malam Ini, Warga Cipinang Melayu Masih Terendam Banjir 70 Sentimeter

Dari kasus itu kemudian dilakukan pengembangan hingga akhirnya menyasar nama Kompol Yuni Purwanti dan beberapa anggota Polri lainya.

"Dari pengungkapan tersebut, hasil pengembangan pemeriksaan ini disampaikan bahwa pelaku tersebut, telah mengedarkan atau menjual kepada yang diperiksa propam ini, dari Polsek Astana Anyar, dengan informasi tersebut, Polda Jabar membuat tim khusus dari Direktorat Narkoba kemudian dari poropam," ujarnya seperti dilansir TribunnewsBogor.com dari YouTube tvonenews, Jumat (18/2/2021).

Setelah itu, pihaknya pun menjemput belasan anggota Polri itu untuk dimintai keterangan.

Kemudian mereka juga turut menjalani tes urine.

Hasilnya, enam anggota Polri termasuk Kompol Yuni dinyatakan positif narkoba.

"Setelah dapat informasi kemudian mereka yang terduga dimintai keterangan, dimintai keterangan, dari 11 yang diminta keterangan enam yang positif menggunakan," terangnya.

"Dari 11 itu tidak ada barang bukti yang barang bukti itu dari pengungkapan pertama," tambahnya,

Baca juga: Sifat Asli Jennifer Jill Dibocorkan Ayah Ajun Perwira, Pernah Sindir Narkoba: Beban Bagi Orang Tua

Baca juga: Banjir Warna Putih Seperti Susu di Sunter Jaya Mulai Terkuak, Wakil Wali Kota Ungkap Penyebabnya

Belum ada keterangan lebih lanjut terkait kasus yang menjerat Kompol Yuni Purwanti dan anggotanya itu.

Termasuk belum diketahui pasti pula apakah memang benar Kompol Yuni dan anggotanya mendapatkan narkotika dengan cara membeli.

Namun seperti dilansir dari YuoTube Metrotvnews, Erdi memastikan jika terungkapnya keterlibatan anggota Polri dalam penyalahgunaan narkoba ini berawal dari hasil penyelidikan poropam terhada salah satu anggota Polri yang terindikasi menggunakan narkoba.

Kemudian dilakukan penelusuran secara mendalam hingga ditemukan beberapa anggota Polri lainny, termasuk Kompol Yuni Purwanti yang telah dicopot dari jabatan Kapolsek Astana Anyar.

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved