Tak Mampu Bayar Terapis Pijat Plus-plus, Irwanto Kabur Telanjang: Habisi Nyawa Pakai Benda Ini

Tak bisa bayar terapis pijat tradisional, Santi (35), pria bernama M Irwanto tega menghabisi nyawa korban dengan benda tajam sejenis parang.

Editor: Wahyu Septiana
megapolitan.kompas.com
Ilustrasi pelecehan seksual - Tak bisa bayar terapis pijat tradisional, Santi (35), pria bernama M Irwanto tega menghabisi nyawa korban dengan benda tajam sejenis parang. 

TRIBUNJAKARTA.COM, - Tak bisa bayar terapis pijat tradisional, Santi (35), pria bernama M Irwanto tega menghabisi nyawa korban dengan benda tajam sejenis parang.

Saat melarikan diri, Irwanto salah ambil celana dan terpaksa kabur dengan kondisi telanjang.

Celana yang diambil milik terapis pijat, dan langsung dimasukkan ke dalam tas ransel yang dibawanya.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah pijat Berkah, Dusun/Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

M Irwanto sang pembunuh ternyata sempat tergopoh-gopoh usai membunuh korban sehingga salah mengambil celana.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Deddy Supriadi menunjukkan parang yang dipakai
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Deddy Supriadi menunjukkan parang yang dipakai (Mohammad Romadoni/Surya)

Usai berhubungan badan dengan korban, Irwanto asal ambil celana kemudian dimasukkan tas tansel.

Celana jeans yang diambil, justru milik korban Santi asal Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Lantas pria Jombang ini kabur dengan kondisi telanjang naik motor Honda Beat di jalan raya dengan kecepatan tinggi.

Baca juga: Aksi Bejat Guru Les di Cilincing, Cabuli Empat Anak Muridnya di Dalam Kontrakan

Baca juga: Sampai Hari Ini, 666 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di TPU Jombang

Baca juga: Gaya Nyentrik Kompol Yuni saat Bertugas, Naik Motor Trail ke Kantor: Punya Keahlian Beladiri Judo

Setelah sampai di belakang pabrik Ajinomoto yang kondisinya sepi, tersangka berhenti.

Celana tersebut diambil dari tas ransel kemudian dipakai.

Tak pelak, tubuh korban yang lebih besar dari tersangka, celana tersebut kedodoran.

Meski begitu, tersangka tak mempedulikan karena hanya untuk menutupi bagian tubuhnya saja selama perjalanan menuju Jombang.

Rupanya, selama dua pekan menjadi buron, tersangka berhasil diringkus anggota Resmob Polres Mojokerto Kota di kawasan Takeran, Magetan.

Baca juga: Gaya Nyentrik Kompol Yuni saat Bertugas, Naik Motor Trail ke Kantor: Punya Keahlian Beladiri Judo

Petugas terpaksa mengganjar dua pelor panas ke betis kanan dan kiri tersangka.

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved