Jakarta Dikepung Banjir
Bersih-bersih Permukiman Warga Korban Banjir di Jakarta Timur Ditarget Rampung Satu Pekan
Sejak Minggu (21/2) warga dan petugas gabungan melakukan kerja bakti membersihkan timbunan lumpur bercampur sampah imbas banjir di Jakarta Timur.
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Banjir yang merendam pemukiman warga di Jakarta Timur sejak Jumat (19/2) hingga Sabtu (20/2) menyisakan timbunan lumpur bercampur sampah.
Meski sejak Minggu (21/2) warga dan petugas gabungan melakukan kerja bakti membersihkan timbunan lumpur bercampur sampah imbas banjir.
Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan hingga kini proses bersih-bersih permukiman warga korban banjir belum sepenuhnya rampung.
"Seluruh jajaran Kelurahan dan Kecamatan mengadakan aksi bersih-bersih. Saya memerintahkan seluruhnya minggu ini selesai pembersihan pasca banjir," kata Anwar di Jakarta Timur, Senin (22/2/2021).

Lama target bersih-bersih karena banyaknya permukiman warga yang terdampak banjir dengan ketinggian dan akibat luapan kali berbeda-beda.
Di antaranya permukiman warga Kecamatan Pasar Rebo, Kecamatan Ciracas, Kecamatan Cipayung, Kecamatan Kramat Jati, Kecamatan Makasar.
Kecamatan Duren Sawit dan Kecamatan Jatinegara, ketinggian banjir paling parah di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar yang mencapai 3 meter.
"Kami selaku Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur tidak mau timbul penyakit atau bakteri pascabanjir, jadi kita segera antisipasi secepatnya," ujarnya.
Baca juga: Jambret Bercelurit Serang 4 Remaja di Pondok Aren, 2 Ponsel Berhasil Dibawa Kabur
Baca juga: Korban Banjir di Kabupaten Bekasi Terisolir: Semua Barang Ludes Terendam, Belum Ada Bantuan Datang
Selain membersihkan timbunan lumpur Anwar menuturkan pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan guna mencegah penularan Covid-19 di permukiman.
Kerja bakti membersihkan permukiman warga ini melibatkan jajaran Polrestro dan Kodim 0505 Jakarta Timur yang sebelumnya membantu evakuasi warga.
"Kita tidak ingin musibah banjir kemarin berbuntur panjang. Karena itu seluruh unsur yang ada ditugaskan membantu warga terdampak membersihkan lingkungan dan rumah-rumah warga," tuturnya.