Kecamatan Periuk Tangerang Masih Terendam Banjir Tinggi Sampai Sekarang, Ini Dugaan Penyebabnya

Tokoh masyarakat di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang mengungkapkan dugaan alasan wilayah tersebut masih terendam banjir tinggi hingga sekarang.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kawasan Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, yang masih digenangi banjir cukup tinggi hingga Senin (22/2/2021) padahak sudah dua hari tidak diguyur hujan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Tokoh masyarakat di Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang mengungkapkan dugaan alasan wilayah tersebut masih terendam banjir tinggi hingga detik ini.

Seperti diketahui, wilayah Kecamatan Periuk masih digenangi banjir dengan ketinggian yang bervariasi mulai dari 1 sampai 3,5 meter sampai hari ini, Senin (22/2/2021).

Terutama RW 008 dan 011 Kelurahan Periuk yang masih terdampak banjir cukup parah padahal sudah dua hari tidak diguyur hujan.

Ketua RW 011 Kelurahan Periuk, Tatak Sunarwan membeberkan, ratusan rumah di RW itu juga masih terendam banjir hingga setinggi 1,5 sampai 2 meter.

"Masalahnya, kayaknya ada satu rumah yang kosong nah itu persis diperbatasan dengan rawa. Terus pondasinya itu hancur dan air di rawa masuk ke pondasi situ," jelas Tatak saat ditemui di bilangan Periuk, Senin (22/2/2021).

"Itu dia banjirnya kan disedot juga enggak ngaruh soalnya banjir masuk ke pondasi itu. Kalau masalah pompa sudah siap empat buah. pokoknya harus ditambal dulu jebol pondasi itu," tambah dia lagi.

Baca juga: Bocah yang Hanyut di Kali Bintaro Ditemukan Tewas, Kakek Rela Tidak Tidur Menanti Kabar Sang Cucu

Baca juga: Begini Cara Login Facebook di Ponsel Jika Ada Masalah Dimintai Kode Keamanan

Baca juga: Viral Perahu Karet Berlogo FPI Ditumpangi Aparat dan Korban Banjir, Kuasa Hukum: Digunakan Evakuasi

Penyebab lainnya banjir di wilayah itu itu juga, kata Tatak, karena luapan Kali Cirarap hujan yang deras.

Akan tetapi, ia mengaku bahwa ketinggian banjir saat ini sudah berangsur surut sejak awal munculnya banjir.

"Warga di sini evakuasi ada yang di rumah saudara, atau tempat yang memang disediakan sejak awal," terang Tatak.

Sementara, Pemerintah Kota Tangerang mengaku sudah melayangkan surat kepada Pemerintah Pusat untuk normalisasi kali dan sungai yang melintas di Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah pun telah berkali-kali menyurati ke Pemerintah Pusat sejak tahun 2020.

Baca juga: Bocah yang Hanyut di Kali Bintaro Ditemukan Tewas, Kakek Rela Tidak Tidur Menanti Kabar Sang Cucu

"Kita berharap pemerintah pusat sesuai dengan fungsi dan perannya melakukan normalisasi tiga sungai besar. Kali Angke, Sungai Cisadane, Sungai Cirarap dan dua anak kali, Kali Ledug dan Kali Sabi," kata Arief pada Minggu (21/2/2021).

Arief menegaskan secara lantang kepada pemerintah pusat untuk mengambil langkah permanen dalam normalisasi sungai dan anak kali.

Sebab, sudah dua tahun berturut-turut di wilayah yang sama selalu tergenang banjir yang sangat merugikan masyarakat Kota Tangerang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved