Breaking News:

Sidang Kebakaran Kejagung, Ahli Puslabfor Polri Sebut Ada Fraksi Solar di Setiap Lantai

Nurkholis menjelaskan, terdapat dua botol plastik berisi solar di lantai 1, tiga botol di lantai 3, dan satu botol berisi solar di lantai 5.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Suasana sidang lanjutan kasus kebakaran Kejaksaan Agung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (22/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang kasus kebakaran di gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Senin (22/1/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua saksi ahli pada sidang hari ini.

Keduanya adalah Nurkholis selaku Kasubbid Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, dan Guru Besar Teknik Keselamatan Kebakaran dari Universitas Indonesia (UI) Prof Yulianto Sulistyo Nugroho.

Enam orang terdakwa juga dihadirkan secara virtual dalam persidangan kali ini.

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan Inafis Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di gedung utama Kejaksaan Agung RI yang terbakar, Senin (24/8/2020).
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan Inafis Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di gedung utama Kejaksaan Agung RI yang terbakar, Senin (24/8/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Pada sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim Alfian bertanya terkait fraksi solar yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran.

Nurkholis menyebut tim Puslabfor Polri menemukan fraksi solar di semua lantai.

Baca juga: Ramalan Cuaca Ekstem di Banten, BPBD Kota Tangerang Tidak Ada Persiapan Khusus

Baca juga: Nissa Sabyan Disebut Jadi Selingkuhan Ayus, Sahabat Merasa Sakit Hati: Aku Tau Banget Anaknya Gimana

"Setiap lantai ada beberapa titik ditemukan fraksi solar," kata Nurkholis di ruang sidang utama.

"Mulai dari lantai dasar ini terdeteksi fraksi solar ruang ini ada kode A, kode B, kode C. Ada daftarnya, untuk A dan B ini ada fraksi solar, kemudian kode C ada fraksi tinner," sambungnya.

Nurkholis menjelaskan, terdapat dua botol plastik berisi solar di lantai 1, tiga botol di lantai 3, dan satu botol berisi solar di lantai 5.

Selanjutnya, Hakim bertanya soal metodologi Nurkholis dalam melakukan penelitian terkait kasus kebakaran ini.

Baca juga: Sumur Resapan Buatan Gubernur Anies Diragukan, Komisi D: Kalau Tetap Banjir, Sama Aja Bohong

"Di lantai dasar, lantai 1 kita sampling acak untuk pemeriksaannya. Kita kaitkan dengan, kenapa kok kejadian ini cepat proses penjalaran apinya," ujar dia.

Puslabfor Polri pun berkesimpulan bahwa fraksi solar mempercepat penjalaran api ke hampir seluruh ruangan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved