Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Suka Duka Pelukis Spanduk Pecel Lele, Hartono Kerap Dikomplain Akibat Salah Ejaan hingga Cat Luntur

Sebagian besar spanduk pecel lele karya Hartono (51) telah menghiasi berbagai daerah di Indonesia, bahkan sampai ke ujung Papua.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Hartono sedang melukis spanduk pecel lele di rumah kontrakannya Kawasan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Bekasi pada Senin (22/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Selama menjadi pelukis spanduk pecel lele, Hartono (51) mengaku beberapa kali mendapatkan komplain dari pelanggan.

Pria asal Desa Ngayung, Kecamatan Maduran, Lamongan, Jawa Timur yang merantau ke ibu kota sejak tahun 1992 itu mau tak mau mengganti spanduk yang sudah dilukisnya.

Di kontrakan rumahnya di kawasan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Hartono bercerita bahwa pernah sebanyak 10 pelanggan yang datang mengeluhkan kondisi spanduk yang luntur.

Padahal, spanduk-spanduk pecel lele itu baru mereka beli.

Saat mengetahui warna cat yang mudah luntur, Hartono menduga kesalahannya berasal dari toko material yang disambanginya. Cat ekstendernya dioplos sehingga warna cat lekas luntur.

"Toko itu main-main, dibikin satu drum cat extender dioplos lagi," jelasnya kepada TribunJakarta.com.

Akhirnya, Hartono harus membuat ulang kesepuluh spanduk tersebut. Tak hanya itu pengalaman tak enak yang pernah dialami Hartono.

Selanjutnya, ia pernah mendapatkan oknum penjual jasa lukis spanduk yang memakai karyanya sebagai contoh portofolio.

Soalnya, nama usahanya yang bernama HSP (Hartono Spanduk Pekayon) kini sudah ternama.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved