Breaking News:

Volume Sampah di Kota Bekasi Meningkat Pascabanjir

Volume sampah pascabanjir di Kota Bekasi meningkat. Sampah itu juga berasal dari hulu

Istimewa/DLH
Petugas DLH melakukan pengangkutan sampah di Sungai Cikeas, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan, volume sampah pascabanjir di wilayahnya meningkat.

"Kiriman dari hulu juga, kan dari hulu itu tidak bisa kita batasin. Namanya air mengalir dari hulu dengan sampah yang berbagai jenis, semua ikut mengalir," kata Yayan, Rabu (24/2/2021).

Dia memprediksi, peningkatan jumlah volume sampah pasca-banjir bisa mencapai 2000 ton. Hal ini dilihat dari proses pengangkut sampah di wilayah terdampak banjir.

"Kalau secara keseluruhan itu kemarin yang banyak peningkatan ada di wilayah Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, mungkin sekitar 2.000 ton ada (peningkatan)," kata Yayan.

Dia menjelaskan, volume sampah meningkat juga dihitung dari keberadaan sampah baik yang di darat dan di sungai.

Pascabanjir melanda, peningkatan volume sampah terjadi di sungai. Seperti yang ada di Bedung Kodja, Sungai Cikeas, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Di sana kata dia, masih terdapat tumpukan sampah bambu yang menyumbat aliran sungai. Pihaknya sampai saat ini masih melakukan proses pengangkutan.

"sudah kita angkut (sampah pascabanjir) tapi masih ada yang kecil-kecil, itu yang msh kita kerjakan sampai saaat ini," ucapnya.

Baca juga: Resepsi Pernikahan Gagal Total Gara-gara Banjir, Pasangan Pengantin di Bekasi Ikhlas

Baca juga: Kuasa Hukum Korban Mafia Tanah Gugat Kementerian ATR/BPN ke PN Jaksel

Baca juga: Kenali 4 Penyebab Penyakit Asam Lambung Tambah Parah Ketika Semakin Tua

"Termasuk pengangkutan sampah di perumahan yang terdampak banjir, sekarang kan juga masih pembersihan lumpur termasuk smpah-sampahnya juga ada di sana," terangnya.

Adapun volume sampah di Kota Bekasi jika dalam kondisi normal sebanyak 1.800 ton per hari. Proses pengangkutan sampah dilakukan DLH di tiap-tiap wilayah untuk selanjutnya di kirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved