Serangan Jantung Bisa Dipicu oleh GERD? Ahli Berikan Penjelasan Ini

Apakah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) bisa memicu penyakit jantung? Ahli berikan penjelasan. Simak di artikel ini.

Shutterstock.com via Tribun Jambi
Ilustrasi sakit GERD. Apakah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) bisa memicu penyakit jantung? 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Apakah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) bisa memicu penyakit jantung?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah, dr Hasan Maulahela SpPD-KGEH memberikan penjesalan ini.

GERD, kependekan dari gastroesophageal reflux disease adalah penyakit yang diakibatkan oleh refluks asam lambung di kerongkongan (esofagus).

Refluks asam lambung dapat terjadi karena sfingter (otot katup) esofagus tidak menutup dengan benar atau cukup erat, sehingga tidak dapat bekerja dengan baik.

Dalam bincang-bincang Sains Talk Kompas.com, Kamis (11/2/2021), Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah, dr Hasan Maulahela SpPD-KGEH mengatakan bahwa ada beragam gejala yang bisa dirasakan pasien pengidap Gerd.

Di antaranya seperti heartburn atau rasa panas di dada, sakit dada, batuk kronis, mual, muntah, makanan atau cairan asam lambung berbalik di kerongkongan, tenggorokan terasa mengganjal, sesak napas, serak, iritasi (radang) pada kerongkongan.

"Ciri yang paling khas ya heartburn atau rasa panas di dada," kata dr Hasan.

Umumnya, pasien mengeluhkan gejala heartburn setelah selesai makan, dan memburuk di malam hari.

Bahkan pada beberapa pasien, heartburn juga bisa semakin parah pada posisi tertentu, misalnya saat berbaring atau membungkuk.

Diakui dr Hasan, dikarenakan memilki salah satu gejala berupa keluhan nyeri di dada, seringkali masyarakat menanyakan apakah Gerd bisa memicu serangan jantung.

Menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai hal ini, dr Hasan menegaskan sebenarnya gerd secara umum tidak berakibat fatal.

Namun, memang ada gejala seperti dada yang berdebar-debar atau nyeri dada yang sering diinterpretasikan sebagai kemungkinan penyakit jantung.

Apakah pasti berbahaya? Tidak, jika pasien Gerd tidak memiliki faktor risiko sakit jantung.

Oleh sebab itu, Hasan menyarankan bagi pasien yang tidak memiliki riwayat jantung untuk menjaga pola gaya hidup dan mengontrol asam lambung.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved