Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Wakil Wali Kota Tangsel Ancnam Akan Coret Jatah Vaksin Peserta yang Tidak Hadir Tepat Jadwal

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, mengultimatum para peserta vaksinasi Covid-19

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, saat menjalani suntik vaksin Covid-19 di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Selasa (2/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, mengultimatum para peserta vaksinasi Covid-19 yang sudah terdaftar agar hadir ke lokasi tepat jadwal.

Seperti diketahui, saat ini Pemkot Tangsel tengah menggelar vaksinasi  Covid-19 tahap 2 untuk sejumlah kalangan, dari mulai ASN, kepala daerah, guru, TNI, Polri hingga anggota DPRD.

Lokasinyapun sudah ditentukan, dari mulai RSU Tangsel, Kantor Pemkot Tangsel, sampai SMPN 4 dan SMPN 11 Tangsel.

Vaksinasi merupakan upaya untuk membentuk kekebalan komunal atau herd immunity di Indonesia agar bisa terbebas dari pandemi Covid-19

Benyamin mengatakan, jika peserta merasa kondisi tubuh tidak fit dan khawatir akan berdampak buruk setelah divaksin, agar tetap datang ke lokasi.

Setelahnya biarkan dokter pada meja screening  sebelum suntik vaksin yang akan memeriksa dan menentukan apakah memenuhi persyaratan atau tidak. 

"Kalau hari ini dia terdaftar, datang dengan menyampaikan keluhan karena pusing misalnya, itu mungkin ditunda ke hari yang lain setelah sudah enggak pusing," ujar Benyamin di SMPN 4 Tangsel, Pamulang, Kamis (4/3/2021).

Namun, jika peserta vaksinasi tidak datang ke lokasi yang sudah ditentukan sesuai jadwalnya masing-masing, maka akan langsung dicoret

Peserta tersebut tidak akan bisa mendaftar vaksinasi Covid-19 lagi untuk mendapatkan jatahnya yang semula tersedia.

Baca juga: Satu Tahun Covid-19, Wali Kota Airin Kenang Pengumuman Kasus Pertama Bareng Jokowi: Masih Biasa

"itu dicoret dan tidak bisa didaftarkan kembali. Karena nama-nama ini kan sudah masuk ke kementerian kesehatan. Itu ruginya," katanya. 

"Makanya saya mengimbau kepada semua yang sudah terdaftar dari guru dari masyarakat dan sebagai datang saja nanti pada waktunya ke tempat-tempat yang penyuntikan," kata Benyamin Davnie.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved