KRITIK Keras Yunarto Wijaya pada Moeldoko, Jadi Ketum Partai Demokrat versi KLB dan Jabat KSP

Yunarto Wijaya kritisi jabatan Moeldoko setelah terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB).

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Wahyu Septiana
(KOMPAS.com/Haryantipuspasari)
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya kritisi jabatan Moeldoko setelah terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara.

Untuk diketahui, Moeldoko terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat (PD) yang baru dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Hotel The Hill Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (5/3/2021).

Moeldoko dipilih oleh para peserta walaupun tidak hadir di dalam acara itu.

TONTON JUGA:

Keputusan kader dan pengurus PD yang memilih Moeldoko itu disahkan lewat pengetukan palu sidang oleh pimpinan rapat, Johnny Allen Marbun.

Moeldoko mengalahkan Marzuki Alie, yang kalah suara ketika voting dilaksanakan.

Baca juga: Bujuk Rayu Demi Ikut KLB, DPC Demokrat di Jateng Ditawari Uang Pemulus Rp100 Juta: Saya Setia ke AHY

Keputusan lainnya adalah bahwa kepengurusan PD dengan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dinyatakan demisioner.

Terpilihnya Moeldoko menuai pro dan kontra.

FOLLOW JUGA:

Baca juga: Terkuak Isi Obrolan Tebe Eks Sabyan dan Ayus 2 Bulan Lalu, Bahas soal Perselingkuhan dengan Nissa?

Satu diantaranya kritik dari pengamat politik Yunarto Wijaya dalam Twitter resminya pada Sabtu (6/3).

Yunarto Wijaya
Yunarto Wijaya (YouTube/Helmy Yahya Bicara)

Yunarto Wijaya meminta Moeldoko mengundurkan diri dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah terpilih menjadi Ketum Partai Demokrat.

Terlebih, Yunarto menilai posisi ketua KSP yang merupakan citra pemerintah.

Baca juga: Momen Moeldoko Cium Tangan SBY Tersebar, Rocky Gerung Sebut Kepala KSP Pasti Geram dan Pusing

Yunarto Wijaya
Yunarto Wijaya (youtube/robert harianto)

"Yang jauh lbh penting dari urusan internal partai demokrat, alangkah baiknya Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) tidak boleh merangkap Ketua Umum Partai."

"Menteri saja seeloknya bukan pengurus partai, apalagi Kepala KSP yang jelas2 mewakili wajah kepala pemerintahan/negara," tulis @yunartowijaya.

Baca juga: 3 Hari Kepergian Rina Gunawan, Teddy Syach Curhat dan Ungkap Kondisi Anak: Tak Mudah Buat Kami

Pidato Moeldoko

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved