Konflik Demokrat Moeldoko dan AHY Kian Panas, Loyalis Anas Sindir Tren Playing Victim untuk 2024
Konflik Partai Demokrat anatara Moeldoko dan AHY kian panas. Loyalis Anas Urbaningrum menyindir soal playing victim untuk Pemilu 2024.
TRIBUNJAKARTA.COM - Konflik Partai Demokrat antara Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kian panas. Loyalis Anas Urbaningrum menyindir soal playing victim untuk Pemilu 2024.
Kian hari, konflik Partai Demokrat makin memanas.
Terlebih usai ditunjuknya Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa atau KLB Deliserdang, Sumatera Utara.
Hal itu membuat kubu AHY berang. Mereka pun siap sampai tumpah darah penghabisan mempertahankan kepengurusan yang sah.
Dengan tegas putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY itu mencap KLB Deliserdang ilegal dan tak sah.
Baca juga: Tegaskan Setia kepada AHY, Ketua DPD Demokrat Banten: Santet Banten akan Dikirim untuk KSP Moeldoko
Tak hanya itu, SBY juga mengutuk keras adanya KLB Deliserdang yang melengserkan AHY dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.
SBY kian berang lantaran orang yang mengkudeta jabatan anaknya adalah orang yang pernah dipercayainya.
Di masa SBY menjabat presiden, Moeldoko memang pernah dikasih jabatan penting oleh SBY.
Kala itu Moeldoko masih berdinas sebagai prajurit TNI.
Moeldoko pun memegang jabatan tertinggi di TNI yakni sebagai Panglima TNI.
Baca juga: Ratusan Kader Kawal AHY Geruduk Kantor Menkumham, Begini Suasana Terkini DPP Demokrat di Menteng
Baca juga: Partai Demokrat Digoyang Konflik, Ruhut Sitompul Beri Peringatan: Jangan Saling Tembak Nanti Stres
Baca juga: Ratusan Kader Demokrat Penuhi Jalan Proklamasi Menteng, Bersiap Konvoi Kawal AHY Menuju Kemenkumham
Sindiran Playing Victim
Konflik panas yang melanda Partai Demokrat turut mendapat perhatian dari para mantan kader.
Termasuk dari loyalis Anas Urbaningrum yang pernah menjadi kader Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika.
Baca juga: Sambangi KPU RI Setelah dari Kemenkumham, AHY dan Kader Demokrat Serahkan Dokumen Penting
Pasek memantau kondisi Partai Demokrat dan menyampaikan pandangannya melalui akun twitternya @G_paseksuardika
Meski dalam postingannya kali ini tak menuliskan nama Partai Demokrat, sangat kentara bahwa Pasek menuliskan statusnya untuk menyindir kasus yang terjadi di mantan partainya.
