Korupsi Proyek Rumah DP 0 Rupiah

Soal Kemungkinan Tersangka Lain di Kasus Dugaan Korupsi Rumah Dp Nol, Begini Kata Wagub DKI

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, tidak ada pejabat lainnya di jajaran Pemprov DKI yang terseret kasus korupsi pengadaan lahan

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengunjungi Taman Pemakaman Umum (TPU) Rorotan yang berada di Jalan Rorotan IX RT 03 RW 09 Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, tidak ada pejabat lainnya di jajaran Pemprov DKI yang terseret kasus korupsi pengadaan lahan program rumah Dp nol rupiah.

Hal ini dikatakan Ariza menanggapi ditetapkannya Dirut PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan (YC) sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK.

"Ini yang kami ketahui baru dari pihak PT Sarana, pak Yoory, dari pihak pemilik tanah, kemudian direktur dari perusahaan pemilik tanah," ucapnya, Senin (8/3/2021) malam.

Baca juga: KPK Telisik Dugaan Korupsi Program DP 0 Rupiah oleh Pemprov DKI, Seorang Dirut BUMD Jadi Tersangka

Meski demikian, politisi Gerindra ini mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus korupsi yang mencoreng Pemprov DKI ini kepada pihak KPK.

"Yang lainnya kami belum tahu nanti silakan ditanyakan ke Biro Hukum dan ditanyakan langsung ke KPK," ujarnya di Balai Kota.

Ketika ditanya soal dugaan aliran dana ini, Ariza juga enggan berkomentar. I

Dirinya pun mempersilakan untuk menayakan hal itu langsung kepada KPK.

"Kalau soal lain-lain manti silakan tanya sama KPK. Saya tidak mengetahui dan tidak akan mendahului," kata dia.

Baca juga: Melihat Penampakan Lahan Rumah DP Rp 0 yang Diduga Dikorupsi Yoory C Pinontoan di Pondok Ranggon

Sebelumnya, YC ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembelian lahan untuk proyek pengadaan rumah DP nol rupiah yang menjadi program andalan Anies semasa kampanye dulu.

Satu di antaranya pembelian tanah seluas 41.921 meter persegi yang berada di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kotamadya Jakarta Timur, tahun 2019.

Penanganan perkara ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dan sejumlah pihak telah ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka termasuk YC dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP. 

Tim penyidik KPK bahkan dikabarkan telah bergerak cepat mengusut kasus ini dengan menggeledah sejumlah lokasi. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved